02 January 2020, 20:42 WIB

Minta Normalisasi Berkali-Kali, BBWSCC Minta Syarat


Gana Buana | Megapolitan

Antara
 Antara
Kali Bekasi

PEMERINTAH Kota Bekasi mengaku sudah lama meminta normalisasi Kali Bekasi. Bahkan hal tersebut langsung disampaikan pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera). 

“Pak wali kota sudah berkoordinasi juga dengan Kementerian PU soal normalisasi ini,” ungkap Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi Arief Maulana, Kamis (2/1). 

Arief mengatakan, kondisi Kali Bekasi memang semakin memprihatinkan. Kali yang membentang dari Kabupaten Bogor ke wilayah paling utara Bekasi itu setidaknya butuh pelebaran sekitar 80 meter di sisi kanan dan kiri. 

“Butuh pelebaran untuk Kali Bekasi. Agar semua debit air dari hulu bisa tertampung, katena memang sudah sempit,” kata dia.

Arief mengaku, saat ini memang pihaknya belum melakukan pengukuran lebar di Kali Bekasi. Namun, dia mengaku, sudah terjadi penyempitan di titik pertemuan antara sungai Cikeas dan Cileungsi. 

“Kalau di hulu sudah banjir Kali Bekasi sekarang tidak lagi bisa menampung akibatnya pasti melimpas ke permukiman warga,” katanya.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPera) meminta Pemerintah Kota Bekasi membebaskan lahan di sepanjang bantaran Kali Bekasi. Hal ini adalah syarat agar Kali Bekasi bisa dinormalisasi. (OL-11)

BERITA TERKAIT