02 January 2020, 15:25 WIB

Satuan Tugas Penanganan Bencana Banjir Dibentuk


Indriyani | Megapolitan

Antara
 Antara
Kepala BNPB Doni Munardo

Pembentukan satuan tugas (satgas) penanganan bencana menjadi salah satu yang mengemuka dari hasil rapat koordinasi penanganan banjir yang digelar di Graha Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, pada Kamis (2/1).

Kepala BNPB Doni Munardo menjelaskan, kepala daerah di wilayah yang terdampak banjir antara lain Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek) akan menjadi komandan satgas. Mereka akan membawahkan banyak unsur yang terdiri dari TNI, Polri, dan anggota badan search and rescue (SAR) daerah. 

“Ada komandan di titik setiap daerah bencana sehingga bisa terintegrasi pelaksanaan evakuasi dan bantuan lainnya,” terang Doni. 
Ia juga menekankan satgas tersebut yang nantinya mengoordinasikan bantuan. Distribusi bantua korban banjir, imbuhnya melibatkan relawan dari berbagai macam organisasi antara lain Nahdlatul Ulama (NU), pramuka,  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Palang Merah Indonesia (PMI). 

“Unsur di daerah akan menyampaikan kekurangannya apa dan kalau kelebihan didistribusikan ke tempat lain” ucapnya.

Ditambahkannya bahwa bantuan telah dilakukan, antara lain pengerahan anggota TNI. TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), Angkatan Udara (AU) yang bertugas untuk pengamanan logistik dengan tim kesehatan, dapur umum, 50 perahu karet, 10 kapal , 5 helikopter TNI AU dan AD untuk evakuasi medis, pengamatan udara, distribusi logistik sebanyak 32 truk. Ada 84 Koramil yang dijadikan  tempat logistik dan pengungsian. Dukungan personil di Jawa Barat sebanyak 2500 dengan 25 truk serta Banten sebanyak 1000 personil dengan 15 truk.

Sedangkan Polda telah mengerahkan satuan yaitu Brimob Sabhara dan Polair untuk mengevakuasi korban banjir sejak Selasa (1/1) pada 263 titik termasuk di 9 titik ruas tol Jabodetabek. Adapun Badan SAR  memberikan bantuan personil untuk pengamanan dan proses evakuasi dari beberapa kantor SAR di daerah luar jabodetabek. Pagi ini (2/1) tim SAR telah mengevakuasi 935 jiwa. 

Selain itu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), imbuh Doni, turut mendukung upaya tanggap darurat bencana banjir jabodetabek dengan membentuk tim dari beberapa BUMN untuk membantu evakuasi warga serta memberikan kebutuhan perahu karet, logistik berupa obat-obatan, makanan serta pakaian. (OL-11)

BERITA TERKAIT