02 January 2020, 12:00 WIB

Pemimpin Milenial Tonggak Bonus Demografi Indonesia 


Ghani Nurcahyadi | Politik dan Hukum

INDONESIA sedang dalam proses memasuki bonus demografi di 2025–2030. Jumlah penduduk Indonesia di proyeksikan terus meningkat dari 238,5 juta jiwa pada 2010 akan menjadi 305,6 juta jiwa pada 2035. 

Diperkirakan pada 2045, pemuda yang dalam usia produktif saat ini akan menjadi generasi emas. Mereka inilah yang saat ini dipersiapkan untuk menggerakkan perekonomian Indonesia kelak di masa depan. 

Di level pemerintahan, penggagas KAHMI Institute Kamrussamad mengatakan, sudah mulai muncul pemimpin milenial. Bahkan di era Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin pun peran generasi milenial telah diakomodasi menjadi staf khusus.

"Pemerintah saat ini telah mempersiapkan generasi muda sebagai pemimpin masa depan, salah satunya dengan memberi ruang kepada anak muda di pemerintahan. Potensi anak muda memang harus di perhitungkan karena kaum milenial memiliki idealisme dan apabila diberikan kesempatan maka mereka akan dapat membuktikan kemampuan yang di milikinya," kata Kamrussamad dalam ajang Leadership Outlook 2020, seperti dalam keterangan tertulisnyam 

Ia berharap dengan pelibatan generasi milenial tersebut, dapat membangun bangsa Indonesia dengan memiliki fondasi utama yaitu kemandirian dan entrepreneurship.  Di sisi lain, para milenial pun harus bisa mengikuti perkembangan teknologi dan globalisasi dunia.

Baca juga : stana Bertabur Milenial

Kamrussamad menjelaskan, di era generasi milenial, pemerintahan yang efektif akan terwujud apabila para pemimpin dapat memenuhi kualifikasi-kualifikasi sebagai pemimpin yang kredibel, mempunyai kemampuan, intelektual, dan visi yang jauh ke depan. Namun pemimpin yang baik juga harus memiliki integritas, kejujuran, dan kesetiaan pada kepentingan rakyat.

"Potret pemimpin potensial membutuhkan kinerjanya yang baik dengan merencanakan dan mengorganisasikan sumber daya yang  ada untuk mencapai kinerja yang optimal. Keberhasilan kepemimpinan di pengaruhi oleh gaya kepemimpinan yang di terapkan," ujarnya.

Potret kepemimpinan transformatif menjadi tipe pilihan ideal dan semakin dekat dengan yang di harapkan masyarakat. Gaya kepemimpinan terbuka, dinamis dan komunikatif menjadi ciri yang menarik pemimpin millennial.

Salah satu representasi generasi milenial yang mampu merangsek ke tampuk kepemimpinan ialah Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak. Sebelum memenangkan Pilkada Jatim 2018 bersama dengan Khofifah Indar Parawansa, Emil merupakan Bupati Trenggalek 2016-2019.

"Dengan spirit kepemudaan yang saya miliki yang kerap haus akan inovasi dan kreativitas, maka dalam menjalankan amanah ini, saya akan berusaha untuk berinovasi dan berkreasi di segala bidang, agar pemenuhan kebutuhan warga Jawa Timur dapat cepat tercapai," kata Emil. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT