02 January 2020, 13:23 WIB

Mensos: Korban Banjir Butuh Bantuan Air Bersih dan Makanan


Rifaldi Putra | Megapolitan

MI
 MI
Menteri Sosial lakukan Peninjauan di Posko korban bencana banjir di Dapur Umum Panti Sosial Tuna Netra Bina Cahaya Bathin, Jakarta.

MENTERI Sosial Juliari P. Batubara, melakukan peninjauan serta memberikan bantuan pada posko korban bencana banjir di Dapur Umum Panti Sosial Tuna Netra Bina Cahaya Bathin, Cawang, Jakarta, Kamis, (2/1) Dalam tinjauannya ia mengatakan masih banyak korban yang membutuhkan air bersih serta bahan makanan.

"Korban banyak membutuhkan air bersih, makanan, pakaian, matras. Jadi kalau ada organisasi atau perorangan yang mau, dipersilahkan datang membantu. Sejauh ini di sini sudah cukup bagus," ungkap Juliari, Jakarta, Kamis (2/1).

Baca juga: Kewenangan Tumpang Tindih, Penyebab Jakarta Banjir Terus

Ia juga memastikan, pihaknya terus berupaya maksimal memberikan bantuan pada korban banjir serta memprioritaskan bantuan pada titik-titik banjir yang lebih membutuhkan.

"Oiya, bantuan siap. Pasti kita prioritaskan di titik-titik yang parah, seperti Cipinang Melayu, Universitas Borobudur, maupun Bidara Cina. Karena yang paling banyak dan parah titiknya itu di Jakarta Timur," jelasnya.

Adapun untuk membantu korban bencana banjir di wilayah Jabodetabek, Kementerian Sosial menggelontorkan dana bantuan sebesar Rp4,2 milliar.

"Dana bantuan sekitar Rp4,2 milliar di seluruh Jakarta, Banten, dan Jawa Barat untuk Jakarta sekitar Rp1,9 milliar dan nanti bisa bertambah lagi," ungkapnya.

Ia pun meminta kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, (BMKG) untuk dapat terus memberikan informasi yang masif mengenai cuaca agar masyarakat dapat berjaga-jaga sebelum terjadinya bencana.

"Kita mengharapkan juga dari BMKG memberikan informasi yang akurat, dini, dan lebih masif sehingga saudara-saudara kita yang tinggal di daerah rawan banjir segera mengevakuasi dirinya dan tidak terjadi korban," tukasnya. (OL-6)

 

BERITA TERKAIT