02 January 2020, 11:22 WIB

Jokowi Perintahkan Evakuasi Korban Banjir Dipercepat


Desi Angriani | Megapolitan

Medcom/Zakaria Habib
 Medcom/Zakaria Habib
Jajaran Polsek Tanjung Duren bersama PPSU Kelurahan Tanjung Duren Selatan mengevakuasi warga menggunakan perahu karet. 

PRESIDEN Joko Widodo memerintahkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah mempercepat evakuasi korban banjir, khususnya di Jakarta. Keselamatan warga menjadi fokus utama.

"Tapi yang terpenting saat kejadian adalah evakuasi korban. Keselamatan dan keamanan masyarakat harus didahulukan," kata Jokowi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1).

Jokowi mengatakan normalisasi kali hingga perbaikan fasilitas umum baru dilakukan setelah seluruh korban dievakuasi. Badan Nasional Penanggulangan Bencara (BNPB), Tim SAR, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga diminta lebih sigap dalam membantu masyarakat.

"Urusan penanganan banjir secara infrastruktur akan kita kerjakan setelah penanganan evakuasi selesai," ungkap dia.

Baca juga: Jokowi: Banjir Terparah di 4 Sungai yang belum Dinormalisasi

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyadari banjir harus ditangani secara kompleks dari hulu hingga ke hilir. Pasalnya, bencana tersebut terjadi akibat ulah manusia yang merusak ekosistem dan ekologi di sepanjang aliran sungai. Termasuk, perilaku membuang sampah sembarangan.

"Disebabkan kerusakan ekosistem, kerusakan ekologi yang ada, tapi juga ada yang memang karena kesalahan kita yang membuang sampah di mana-mana. Banyak hal. Tetapi saya ingin kerja sama itu dibangun pusat, provinsi, dan kabupaten/kota agar semuanya bisa tertangani," pungkas dia.

Tercatat 16 orang meninggal akibat banjir yang melanda kawasan Jabodetabek, sejak kemarin. Banjir disebabkan hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada malam Tahun Baru 1 Januari 2020.

Korban meninggal paling banyak dari Jakarta, yakni delapan orang, Kota Bekasi 1 orang, Kota Depok tiga orang, Kota Bogor satu orang, Kabupaten Bogor satu orang, Kota Tangerang satu orang, dan Tangerang Selatan satu orang. (OL-2)

BERITA TERKAIT