02 January 2020, 00:24 WIB

Warga di Sejumlah Wilayah Banjir Kesulitan Evakuasi


Akhmad Mustain | Megapolitan

MI/Gana Buana
 MI/Gana Buana
Warga menunggu di atap rumah untuk dievakuasi

WARGA di sejumlah wilayah banjir kesulitan untuk meminta pertolongan, untuk melakukan evakuasi. Sejumlah faktor mempengaruhi lambannya bantuan masuk ke kantong-kantong banjir.

Seperti yang dialami oleh Riri, warga Ciledug Indah II, Kota Tangerang. Air yang telah mencapai seleher, membuat dirinya dan keluarga ingin evakuasi dari rumah. Namun, sejak pukul 21.00 wib, tim BPBD Tangerang juga belum mendatangi rumahnya yang berada di Ciledug indah 2 jl.utama blok DB XI no.4

Banjir yang melanda wilayah itu disebabkan, kiriman air dari Bogor, Jawa Barat yang membuat air di Kali Angke dan Sungai Cisadane meluap.

Sebelumnya, Rabu Sore (1/1), Aceng Ismail, 53, warga Ciledug Indah I, Kota Tangerang, meninggal karena tak kuat menahan dingin akibat banjir yang merendam tempat tinggalnya. Korban terjebak banjir sejak pagi hari karena menunggu evakuasi.
 
"Tadi saya ditelpon suami saya, bapak sudah lemas, tapi enggak lama kemudian bapak dikabari sudah meninggal," kata anak korban, Dian. 

Tidak hanya di wilayah Ciledug, tangerang. Sebagian warga Perumahan Kemang IFI, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, masih belum mendapatkan pertolongan evakuasi. Bahkan,  bantuan logistik di tempat lokasi belum juga tersalurkan. 

Minarti, salah satu warga di lokasi mengatakan, dirinya datang ke lokasi tersebut tujuannya untuk membantu salah satu keluarganya yang masih terjebak di dalam perumahan. Sebab, hingga saat ini petugas evakuasi belum juga datang menghampiri. 

Begitu juga di komplek Pondok Mitra Lestari kec Bekasi Selatan, Jati Rasa. Sebrang komplek Grand Galaxy City juga belum ada bantuan masuk.(OL-4)

BERITA TERKAIT