01 January 2020, 21:47 WIB

Bogor Dikepung Bencana, Timbulkan Korban Jiwa dan Hilang


Dede susianti | Megapolitan

MI/Dede Susianti
 MI/Dede Susianti
Lokasi bencana bnajir di Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

GUYURAN hujan dengan intensitas tinggi sejak Selasa (31/12/2019) hingga Rabu (1/1/2020), mengakibatkan wilayah Bogor Raya dilanda bencana dan menelan banyak korban jiwa.

Di Kabupaten Bogor, berdasarkan data dati Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, hingga Rabu siang, ada 47 titik di 21 kecamatan dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogot dilanda banjir, longsor dan angin kencang.

Bupati Bogor Ade Yasin yang ditemui di lokasi bencana, Rabu petang menyebutkan, akibat bencana ada 11 orang warganya yang meninggal dunia, dan beberapa orang masih hilang. 

"Untuk korban meninggal ada 11 orang. Di Jasinga satu, Cibeteung Udik dua orang, Bojonggede satu orang, Sukajaya tiga orang, Cigudeg satu orang, Sukamulya dua orang, Harkatjaya satu orang balita berusia lima tahun," kata Ade yang didampingi Wakil Bipati Iwan Setiawan.

Menurutnya, itu masih data sementara, karena masih ada beberapa warganya yang belum ditemukan atau masih hilang. 

Baca juga : PLN Mulai Nyalakan Gardu di Lokasi Banjir Surut

"Masih ada ada 4 orang yang belum ditemukan. Semua kebawa arus, di Jasinga satu orang, di Nanggung 3 orang,"ungkapnya.

Ade menjelaskan, penanganan atau tindakan sedang dilakukan dan masih dalam tahap evakuasi dan pencarian orang- orang yang dilaporkan hilang. 

"Kami juga meminta bantuan ke Basarnas, namun wilayah Jakarta juga sedang dilanda banjir jadi sibuk menangani Jakarta. Dan kami meminta bantuan ke tim SAR untuk proses evakuasi menemukan korban yang hilang," katanya. 

Untuk evakuasi sendiri lanjutnya, sudah dilakukan sejak pagi. Evakuasi warga dilakukan ke rumah sanak saudara terlebih dahulu. Sebelum nantinya diarahkan ke posko yang didirikan di tiap kecamatan. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Raya Alfajar yang ditemui di lokasi, di Cigudeg, mengatakan, sampai dengan Rabu siang sekitar pukul 14.00 wib, terdata ada 47 titik lokasi bencana yang tersebar di 21 kecamatan di Kabupaten Bogor.

"Itu bervariasi. Didominasi banjir dengan tanah longsor. Ada angin cuma satu lokasi, sisanya hampir merata dilanda banjir dan tanah longsor," jelasnya. 

Dia menyebutkan, meski semuanya masuk kategori skala prioritas penanganan, namun kejadian yang cukup parah dan besar adalah di wilayah bagian barat yakni di Kecamatan Jasinga dan Kecamatan Cigudeg karena terisolir. 

Kemudian di bagian timur ada bencana banjir di Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri dan Rawa Panjang yang memang butuh perhatian khusus. 

Dia menjelaskan, bencana yang terjadi di 47 titik itu faktor penyebab utamanya karena intensitas hujan yang terjadi sepanjang malam yang memang cukup tinggi. 

Baca juga : Pemilik Warnet di Bekasi Meninggal Akibat Tersetrum saat Banjir

"Terpantau di mako kami di Cibinong, hujan deras terjadi sejak pukul 02.30 dini hari hingga pukul 11 siang. Kalau untuk yang di bagian timur itu Sungai Cikeas meluap dan di bagian barat dampak dari luapan Sungai Cidurian, anak Sungai Cisadane," terangnya.

Dia menjelaskan untuk saat ini penanganan masih terhadap evakuasi warga dan belum sampai pada pendataan kerugian. Hal itu juga dikarenakan sebaran lokasi kejadian cukup banyak dan beberapa faktor lain.

"Saat ini kita fokus dulu evakuasi karena lokasi sebaran cukup banyak 47 lokasi. Sekarang korban manusia dulu," katanya.

Namun lanjutnya, khusus infrastruktur yang terdata sementara ini baru jalan dan jembatan. Untuk jalan ada lima titik yakni jalan Babakan Madang, Cigudeg-Kiarasari di Desa Sukaraksa, Cileuksa di Leuwimalang, dan Cibuniam di Pamijahan. 

Jembatan ada empat titik, yaitu di Desa Kantalarang, Kecamatan Rumpin, kemudian tiga jembatan di Desa Sukamaju di Kecamatan Cigudeg. (OL-7)

BERITA TERKAIT