01 January 2020, 19:47 WIB

Banjir Seatap Rumah, Perahu Karet Kurang Hambat Evakuasi


Gana Buana | Megapolitan

MI/Gana Buana
 MI/Gana Buana
warga menunggu di atap rumah untuk dievakuasi

SEJUMLAH wilayah di Kota Bekasi terendam banjir dengan ketinggian bervariatif. Korban banjir terparah terpaksa menunggu evakuasi di lokasi tertinggi di kawasan perumahan.

Seperti yang diketahui, sedikitnya 57 perumahan di Kota Bekasi terendam banjir. Banjir kian parah di bantaran kali lantaran tinggi muka air Kali Bekasi semakin tinggi. Kurangnya perahu karet sebagai mobilisasi petugas penyelamat membuat proses evakuasi warga jadi lamban.

Salah seorang warga Perumahan Kemang IFI, Endah mengaku terpaksa masih bertahan di lantai 2 rumahnya. Sebab, hingga kini regu penyelaman belum datang juga.

“Mana om saya sakit, tiduran aja itu di rumahnya di lantai atas,” ungkap Endah pada Media Indonesia, Rabu (1/1).

Endah mengatakan, banjir di Kemang IFI hingga saat ini belum surut. Ia tidak tahu persis berapa ukuran tingginya, namun lantai satu kebanyakan rumah di sekitarnya sudah hampir terendam air.

Baca juga : Jalan Bintara Banjir, Akses Bekasi - Jakarta Masih Lumpuh

“Iya ini pengaruh limpasan Kali Bekasi juga,” kata dia.

Banjir di awal 2020 kali ini merata menyebar di 12 kecamatan di Kota Bekasi. Namun, wilayah paling parah terdampak banjir adalah Kecamatan Jatiasih.

Korban banjir lainnya, Riesty, mengaku hingga pukul 17.00 WIB tim evakuasi belum juga sampai di rumahnya. Ia tak pernah menyangka peristiwa banjir bisa separah hari ini.

“Ini engga nyangka, paling biasanya sedengkul doang, sekarang mah udah kelelep kalau turun ke lantai 1,” tutur dia.

Ia mengatakan, beberapa warga Pondok Mitra Lestari pun masih banyak yang bertahan di dalam rumah mereka. Kebanyakan warga mengungsi di lantai dua. Mereka berharap petugas evakuasi bisa segera datang.

“Alat masak, semua udah pada basah,” kata dia.

Riesty mengaku sudah sejak siang hari menghubungi tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi. Namun hingga kini mereka belum juga sampai.

“Mungkin kurang kali ya perahu karetnya, dimana-mana banjir soalnya,” kata dia.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Bekasi Edy Sukamto menyampaikan, proses evakuasi masih tetap berjalan. Pihaknya mengakui adanya keterbatasan personil dan perahu karet sehingga menyebabkan evakuasi berjalan sedikit lamban.

“Kami masih melakukan proses evakuasi, meski perahu karet kurang, namun ada bantuan dari relawan dan juga beberapa milik warga,” tandas dia. (OL-7)

BERITA TERKAIT