01 January 2020, 06:20 WIB

Polandia Kecam Pernyataan Putin soal PD II


Marcheilla Ariesta | Internasional

AFP
 AFP
Wilayah yang jadi saksi Polandia melawan Jerman Nazi pada PD II.  

DUTA  Besar Polandia untuk Indonesia, Beata Stoczynska mengatakan informasi yang disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai Perang Dunia II tidak bisa diterima. Menurut dia, pernyataan tersebut harus dikecam.
 
"Informasi salah yang disampaikan Rusia mengenai Perang Dunia II tidak bisa diterima dan harus dikecam. Jika kebohongan ini dipercaya, maka seluruh negara mengalami kesulitan dengan invasi asing," katanya dikutip dari pernyataan Kedutaan Besar Polandia di Jakarta yang diterima Medcom.id, Selasa 31 Desember 2019.
 
Dia mengatakan negaranya tengah menilai pemberitaan yang beredar mengenai pernyataan Putin tersebut. Menurutnya, pernyataan Putin yang menargetkan seluruh Negara Bebas yang memerangi
"Ini bukti aksi Putin bertujuan untuk membersihkan kesalahan Uni Soviet dari aliansi pada Agustus 1939 dengan Adolf Hitler dan semua konsekuensi tragis bagi Eropa dan seluruh dunia," imbuhnya.
 
Stoczynska mengatakan sangat sedih karena Polandia juga turut diseret-seret Rusia. Padahal, dia menambahkan, Polandia merupakan negara pertama yang melawan Nazi Jerman.
 
Baginya kesalahan informasi ini sangat mengejutkan dan perlu adanya aksi balasan secepat mungkin. Bahkan Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki telah menyampaikan pernyataan yang mengekspresikan perhatian negara mengenai manipulasi fakta sejarah pada Perang Dunia II ini.
 
Morawiecki mengutuk Presiden Rusia Vladimir Putin, karena menyalahkan Polandia atas pecahnya Perang Dunia II. Dia mengatakan Putin berbohong atas kasus tersebut.
 
Kementerian Luar Negeri Polandia telah memanggil duta besar Rusia sebagai bentuk protes pada Jumat lalu. Morawiecki menambahkan, PDII dimulai dengan aliansi Soviet-Jerman, dan Polandia kehilangan sekitar enam juta warga dalam konflik tersebut.
 
Menurut Morawiecki, Uni Eropa telah memperpanjang sanksi terhadap Rusia atas pencaplokan wilayah Krimea, atlet Rusia juga ditangguhkan selama empat tahun karena doping. Selain itu, kekalahan yang dialami Rusia lainnya adalah gagalnya mereka dalam upaya mengambil kendali penuh atas Belarus.(Medcom/OL-12)
 

BERITA TERKAIT