31 December 2019, 14:50 WIB

Pada 2025, Danone Targetkan Gunakan Kemasan Daur Ulang 100%


mediaindonesia.com | Humaniora

Istimewa
 Istimewa
 Danone-Aqua selalu berkomitmen menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan.

INDONESIA Circular Economy Forum (ICEF) digelar untuk ketiga kalinya di Jakarta, pada 11-12 November 2019. Acara yang digagas Greeneration Foundation diselenggarakan untuk memperkuat komitmen para pemangku kepentingan.

Forum yang mengangkat tema 'Towards a Sustainable Future through Circular Business Practices', sekitar 400 orang yang terdiri dari pejabat tinggi pemerintah, dunia industri dan sektor swasta, akademisi, praktisi profesional, serta pemangku kepentingan terkait lainnya hadir dalam forum tersebut.

Dari ICEF 2019 disimpulkan bahwa ditinjau dari sektor pengelolaan sampah, kebijakan ekonomi sirkular bisa menumbuhkan ekonomi senilai Rp101 triliun atau setara 4,1%n APBN 2019 dengan dampak yang lebih positif terhadap kualitas lingkungan. 

Sebagai merek yang lahir di Indonesia, selama lebih dari 45 tahun Danone-Aqua selalu berkomitmen untuk memberikan kebaikan melalui hidrasi sehat sekaligus menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan.

Salah satu penerapannya adalah melalui praktik good corporate governance, di mana Danone-Aqua berkomitmen untuk memberikan transparansi dari setiap aspek operasionalnya.

Salah satu wujud komitmen tersebut adalah dengan menyampaikan laporan kepada publik melalui Laporan Keberlanjutan Danone-Aqua tahun 2017-2018: Membawa Kebaikan Untuk Kemajuan Indonesia yang memaparkan capaian visi, strategi dan kinerja keberlanjutan Danone-Aqua selama dua tahun terakhir kepada para pemangku kepentingan.

Laporan tersebut juga telah berhasil mendapatkan penghargaan kategori emas pada Asia Sustainability Reporting Rating  di tahun 2019.

Melalui endekatan One Circular Planet, Danone berupaya untuk mewujudkan praktik bisnis yang berkelanjutan sekaligus menjadi bagian dari solusi berbagai tantangan sosial dan lingkungan.

Selain itu, Danone juga secara aktif berkomitmen untuk membantu target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pemerintah yang juga tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Untuk itu, Danone mengembangkan berbagai inisiatif keberlanjutan untuk menjaga sirkularitas di tiga bidang yaitu : sumber daya air, energi, dan kemasan. 

Dalam hal perlindungan sumber daya air, Danone telah menanam lebih dari 2,5 juta pohon, membangun lebih dari 1.300 sumur resapan, membangun lebih dari 57.000 biopori, serta membangun fasilitas panen hujan. 

Selain itu, untuk membantu mitigasi perubahan iklim, Danone juga mengembangkan program untuk mengurangi jejak karbon dengan mendorong penggunaan energi terbarukan.

Hal ini juga sejalan dengan visi global Danone untuk dapat mengurangi 50% jejak karbon hingga tahun 2030, dan zero net carbon pada tahun 2050.  Pada periode 2017-2018, Danone  telah berhasil mengurangi jejak karbon sebesar 2.399 ton CO2  dan melakukan efisiensi energi sebesar 22.920 GJ.

Terkait pengelolaan kemasan, Sejak 1973, Danone telah menawarkan hidrasi sehat kepada jutaan masyarakat Indonesia melalui berbagai produk. Danone menjadi yang pertama memperkenalkan air minum dalam kemasan Galon yang dapat digunakan kembali dan didaur ulang, dan karena hal itu saat ini 70% bisnis Danone sudah sepenuhnya sirkular.

Lebih lanjut, Danone memelopori program daur ulang pertama yang disebut 'Aqua Pedul'" pada 1993 sebagai langkah awal menuju model pengemasan yang lebih sirkular. Saat ini, Danone dapat mengumpulkan 12.000 ton plastik setiap tahunnya melalui 6 Recycling Business Unit di Bali, Lombok, Bandung dan Tangerang Selatan.

Pada 2025, Danone menargetkan untuk mengumpulkan lebih banyak plastik daripada yang digunakan, untuk menggunakan 100% kemasan yang dapat didaur ulang, dapat digunakan kembali ataupun dapat terurai, serta untuk meningkatkan proporsi konten daur ulang dalam kemasan menjadi 50%.

Terkait berbagai inisiatif tersebut, Karyanto Wibowo, Sustainability Development Director, Danone Indonesia mengatakan keberlanjutan merupakan inti dari bisnis kami. Karenanya, Danone-AQUA berhasil menjadi Perusahaan FMCG pertama di Indonesia yang bersertifikasi B Corp.

“Dengan sertifikasi ini, kami selalu berupaya  mengembangkan berbagai inisiatif untuk  mencapai standar tertinggi kinerja sosial dan lingkungan. Hal ini juga mendukung visi Perusahaan One Planet One Health dimana kami percaya bahwa kesehatan juga ditentukan oleh gaya hidup dan lingkungan yang juga sehat,” jelas Karyanto. 

Ali Darwin, National Center for Sustainability Reporting (NCSR) menyebutkan terdapat tiga sinyal dalam sustainability report Danone. “Pertama tingkat kinerja Danone dalam bidang ekonomi, lingkungan dan sosial. Kedua, dampak operasi Danone terhadap lingkungan dan masyarakat termasuk upaya apa yang dilakukan untuk mengatasi dampak negatif,” ujarnya.

“Kemudian yang ketiga, sustainability report memberikan sinyal tingkat kontribusi Danone terhadap pencapaian SDGs, sebuah inisiatif masyarakat dunia yang bertujuan untuk melindungi bumi dan masa depan manusia," jelas Ali Darwin. (OL-090

 

BERITA TERKAIT