31 December 2019, 13:35 WIB

Jumlah Doktor di UII Di Atas Rata-Rata Nasional


Agus Utantoro | Humaniora

MI/Agus Utantoro
 MI/Agus Utantoro
 UII kini memiliki 198 doktor atau 25,88 persen dari seluruh dosen sebanyak 765 yang telah bergelar doktor.

SEPANJANG 2019, Universitas Islam Indonesia (UII) menambah 19 doktor baru dari berbagai disiplin ilmu lulusan dari perguruan tinggi di Eropa, Amerika dan Asia serta dalam negeri. Rektor UII, Fathul Wahid mengatakan, dengan tambahan 19 doktor baru ini, UII kini memiliki 198 doktor atau 25,88 persen dari seluruh dosen sebanyak 765 yang telah bergelar doktor.

"Dan dalam waktu dekat jumlah dosen UII yang bergelar doktor akan segera bertambah 111 orang. Sehingga menjadi 309 orang atau 40,40 persen dari total jumlah dosen UII," kata Rektor UII, Selasa (31/12/2019).

Dikatakan, jumlah dosen UII yang bergelar doktor berada di atas rata-rata jumlah dosen bergelar doktor secara nasional yang baru 15,68 persen. Fathul Wahid berpesan agar para doktor baru ini benar-benar menjadi ahli ilmu dan pecinta ilmu, sehingga tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran tetapi juga penelitian.

Menurut Fathul Wahid, ada tiga tipe dosen dalam perguruan tinggi yaitu career minded, incentive minded dan science minded. Career minded adalah dosen yang fokus pada peningkatan jenjang karir, sementara incentive minded adalah dosen yang berorientasi untuk mendapatkan insentif.

"Science minded adalah dosen yang berorientasi pada pengembangan ilmu," papar Fathul Wahid.

Pada kesempatan sama Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) UII Ike Agustina menambahkan dari 19 doktor baru tersebut, satu di antaranya tenaga kependidikan, yakni pustakawan. Sementara untuk kategori dari disiplin ilmu, delapan orang dari rumpun ilmu sosial dan 11 lainnya berasal dari ilmu eksakta.

"Hampir semuanya mendapat sumber pendanaan beasiswa dari lembaga luar UII," kata Ike Agustina.

Menurutnya lulusan tercepat dari perguruan tinggi luar negeri diraih Dr Asih Triastuti SF M.Pharm, Apt dengan masa studi tiga tahun dan lima bulan. Ia menempuh studi di Universite Paul Sabatier-Toulouse III, Perancis di bidang ilmu farmasi. Sedang lulusan tercepat perguruan tinggi dalam negeri tercepat diraih Dr Anisah Budiwati SHI MSi dengan mengambil  studi llmu Falak di Universitas Islam Negeri Walisongo selama dua tahun 10 bulan.

Ia berharap dengan bertambahnya dosen berpendidikan S3 di UI, makan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran di UII. Selain itu, jejaring untuk kolaborasi riset dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka di dalam negeri dan luar negeri juga semakin kuat.

baca juga: Potensi Batulicin Dipamerkan Dalam Festival

"Dengan bekal ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan S3. Semoga para doktor baru ini makin dapat berkiprah di masyarakat dengan turut berkontribusi bagi penyelesaian-penyelesaian permasalahan di masyarakat," kata Ike Agustina. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT