31 December 2019, 09:32 WIB

Kinerja Polres Malang Semakin Membaik


Bagus Suryo | Nusantara

MI/Bagus Suryo
 MI/Bagus Suryo
 Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menyampaikan capaian kinerja dalam rilis akhir tahun dan kaleidoskop 2019, Senin (30/12/2019). 

KINERJA Kepolisian Resor (Polres) Malang, Jawa Timur, selama 2019 terus membaik sehingga berhasil menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta meningkatkan pelayanan publik.

"Penegakan hukum dan upaya pencegahan sudah dilakukan secara profesional," tegas Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung kepada Media Indonesia, Senin (30/12/2019).

Indikasinya adalah angka tindak pidana pun menurun 7% dari 3.093 kasus selama 2018 menjadi 2.864 kasus pada 2019. Hal itu sejalan dengan penyelesaian perkara yang meningkat 14% dari 1.917 kasus pada 2018 menjadi 2.185 kasus selama 2019.

Sejumlah kasus menonjol berhasil diungkap diantaranya perdagangan satwa dilindungi, judi Pilkades, penipuan dengan modus agen cargo serta menangkap pelaku pencurian spesialis perkantoran dan sekolahan.

Polres Malang juga membekuk pelaku trafficking atau perdagangan anak sebagai pemandu lagu di karaoke. Kasus uang palsu dan kasus pencabulan terhadap siswi SMP diungkap secara tuntas. Sebanyak 9 potensi konflik sosial pun diselesaikan melalui dialog dan berakhir damai melalui program coffee morning.

"Sehingga keamanan dan ketertiban tetap terjaga, aman dan kondusif," katanya.

Dalam kasus narkoba, lanjutnya, berhasil mengungkap 314 perkara sekaligus membekuk 358 tersangka. Barang bukti yang disita dalam kasus itu, ialah sabu sebanyak 1.052,47 gram, 2.119,76 gram ganja, 8 pohon ganja, 13,79 gram biji ganja dan 419.703 butir pil koplo. Selain itu, Polres menyita 270 minuman keras meliputi 4.417 botol miras dan 633,5 liter miras.

Upaya pemberantasan korupsi terus dilakukan. Ada enam kasus yang sudah ditangani meliputi 4 kasus tipikor dan 2 kasus pungutan liar (pungli) soal penyalahgunaan dana desa, pungli dana program redistribusi tanah, pungli pengurusan surat tanah dan pungli terhadap warga.

Sedangkan kecelakaan lalu lintas masih menjadi perhatian. Sebab, kasusnya meningkat 4% dari 767 kejadian menjadi 798 kejadian. Jumlah korban meninggal dunia naik 17% dari 193 orang pada 2018 menjadi 226 orang selama 2019. Korban luka berat turun 75%. Namun, korban luka ringan naik 6% karena jumlahnya mencapai 1.034 orang.

Kendati angka laka lantas naik, tapi jumlah penindakan pelanggaran justru turun. Selama 2019, personel lantas menilang 29.474 pelanggar dari sebelumnya 31.006 pada 2018.

Angka tilang itu menurun 5% atau 1.472 pelanggar karena Polres Malang menerapkan metode operasi simpatik, tidak asal menilang pelanggar. Akan tetapi petugas memberikan edukasi dan sosialisasi kepada para pengendara kendaraan bermotor untuk mematuhi peraturan dan tidak mengulangi kesalahannya lagi di kemudian hari.

"Saya menekankan kepada personel Satuan Lantas jangan gampang menilang. Teguran simpatik agar dikedepankan, kecuali terhadap pelanggaran yang berpotensi terjadinya kecelakaan fatal," ujarnya.

Dalam rilis akhir tahun dan kaleidoskop, Yade mengatakan kenerja positif selama ini berhasil mengeksekusi secara utuh dan kuat seluruh program Promoter Kapolri. Implementasinya melalui 77 Unggul Kapolres Malang berisi 50 program bidang operasional dan 27 program bidang pembinaan.

baca juga: Presiden Akan Resmikan Bendung Kamijoro Hari Ini

Sejauh ini, kata Yade, sudah banyak kemajuan yang dicapai. Pelayanan prima dan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) diraih pada 2018, lalu mendapat predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada 2019. Semua itu terwujud lantaran Polres Malang menekankan pentingnya peningkatan kinerja, perubahan kultur dan manajemen media.

"Atas kinerja yang bagus dan menguat itu, situasi aman kondusif terwujud di Kabupaten Malang. Alhasil mendongkrak kepercayaan publik terhadap Polri," pungkas Yade.(OL-3)

BERITA TERKAIT