31 December 2019, 07:58 WIB

Bangsring Under Water Jadi Pilot Project Pembayaran Digital


Usman Afandi | Nusantara

Antara
 Antara
Kabupaten Banyuwangi menjadi pilot project pembayaran melalui QRIS. Melalui QRIS ini pengunjung bisa melakukan pembayaran non tunai.

BAGI wisatawan yang akan berkunjung ke Bangsring Under Water Banyuwangi, kini bisa membayar non tunai dengan aplikasi pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang difasilitasi oleh Bank Jatim. QRIS  merupakan standar kode QR untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang diluncurkan oleh Bank Indonesia.

"QRIS dapat memperlancar sistem pembayaran nontunai secara aman dan lancar. Sekaligus mendorong ekonomi keuangan digital. Di Jawa Timur  baru diterapkan di Banyuwangi, khususnya di Bangsring Under Water ini yang menjadi pilot project kami," kata Pjs Direktur Utama Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha usai soft launching QRIS, Senin (30/12/2019).

Ferdian menjelaskan alasan dipilihnya Banyuwangi sebagai pilot project penerapan QRIS karena daerahnya sangat inovatif dan inspiratif. Hal tersebut dibuktikan dengan beragam penghargaan bergengsi di tingkat nasional bahkan internasional.

"Tak hanya itu, sektor pariwisata Banyuwangi juga berkembang sangat pesat. Daerah ini telah menjadi primadona di Jawa Timur dan nasional yang banyak dikerumuni wisatawan. Dan kenapa Bangsring Under Water? Karena tempat ini salah satu ikon Banyuwangi yang telah menerapkan e-wisata. Sehingga sesuai dengan misi kami mendukung digital ekonomi di Banyuwangi," terangnya.

Melalui QRIS ini pengunjung bisa melakukan pembayaran non tunai dengan semakin mudah. Satu kode QRIS bisa dipindai oleh berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), seperti Link Aja, Gopay, OVO, DANA, Bukalapak, dan lainnya. Dengan begitu pedagang tak perlu lagi menyediakan banyak kode QR untuk dipindai oleh PJSP tertentu.

"Jadi pengunjung yang menggunakan Link Aja, Gopay, OVO, DANA, atau lainnya bisa bertransaksi lewat QRIS ini. Tinggal scan barcode yang terpasang di sini, sudah bisa bayar. Mudah banget," kata Ferdian.

Saat ini pembayaran non tunai dengan QRIS sudah bisa digunakan untuk berbagai layanan penjualan baik loket masuk dan warung makanan di lokasi Bangsring Under Water.

"Seperti untuk pembayaran e-ticket, sewa peralatan menyelam, dan berbelanja di sebagian warung. Nantinya akan kami terapkan disemua sektor, sehingga benar-benar cashless. Semoga ini memberikan manfaat bagi Banyuwangi," tambahnya.

Apabila pilot project ini berhasil, BI akan menduplikasi di kabupaten/kota lain di Jawa Timur yang pariwisatanya telah berkembang. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang hadir dalam soft launching tersebuit menyambut baik kegiatan ini. Bagi Anas, ini adalah bagian dari digital ekonomi yang nyata.

"Terima kasih telah memilih Banyuwangi sebagai pilot project implementasi QRIS. Mudah-mudahan bisa berkembang dan bermanfaat banyak," kata Anas.

baca juga: Jelang Akhir Tahun Okupansi Hotel Diprediksi Capai 80 Persen

Banyuwangi sendiri, kata Anas, terus mendorong terciptanya ekosistem cashless society di masyarakat. Di antaranya, berkolaborasi dengan Link-Aja, aplikasi layanan keuangan digital besutan BUMN. Juga menggandeng PT Veritra Sentosa Internasional (PayTren) untuk pengelolaan jasa keuangan di lingkungan pemerintah daerah setempat.

"Selain meningkatkan akuntabilitas, elektronifikasi transaksi ikut mempercepat transformasi digital serta meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi. Oleh karena itu, kami senang Bank Jatim turut mendukung digitalisasi ekonomi di Banyuwangi lewat program ini," pungkasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT