31 December 2019, 06:30 WIB

Kawal Bersama Kasus Novel


Akmal Fauzi | Politik dan Hukum

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Presiden Joko Widodo.

KINERJA Polri yang berhasil menangkap dua tersangka ­penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendapat apresiasi banyak kalangan. Presiden Joko ­Widodo pun secara langsung turut mengapresiasi hal itu.

“Ya ini kan peristiwa ini sudah dua tahun dan sekarang pelakunya sudah tertangkap. Kita sangat menghargai, ­mengapresiasi apa yang sudah dikerjakan Polri,” kata Presiden Jokowi saat mengunjungi kawasan Kota Lama Semarang, Jawa ­Tengah, ­kemarin.

Kepala Negara juga meminta semua pihak mengawal proses hukum kedua tersangka. Hal itu, imbuh Presiden, agar penangkapan mereka tidak menimbulkan spekulasi negatif.

“Yang paling penting ­kawal bersama. Jangan ­sampai ada spekulasi-spekulasi yang negatif. Ini kan baru pada proses awal penyidikan dari ketemunya tersangka itu, pelaku itu. Nanti kita ikuti terus, dikawal terus sehingga benar-benar apa yang menjadi ­harapan masyarakat itu ketemu,” jelasnya.

Dengan mengawal bersama proses hukumnya, Presiden berharap peristiwa serupa tidak akan terulang lagi di masa yang akan datang.

Ia juga meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada pihak kepolisian.

“Jangan sebelum ketemu ribut, setelah ketemu ribut. Berikanlah polisi kesempatan untuk membuktikan bahwa itu benar-benar motifnya apa, semuanya. ­Jangan ada spekulasi-spekulasi terlebih dahulu. Wong baru ditangkap kemarin,” tegasnya.

 

Ditangkap 

Terkait dengan proses penangkapan dua anggota Polri aktif berinisial RM dan RB, Karopenmas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono menegaskan kedua anggota kepolisian aktif yang menyerang Novel Baswedan itu tidak menyerahkan diri.

Pernyataan itu membantah kabar yang sempat beredar bahwa RM dan RB menyerahkan diri.

“Saya ingin meluruskan berkaitan dengan beberapa pemberitaan yang menyatakan tersangka penyiraman kasus Novel Baswedan menyerahkan diri. Yang jelas kami sampaikan bahwa yang bersangkutan kita tangkap,” tegas Argo di Kantor Polda Metro Jaya, kemarin.

Kedua tersangka, RM dan RB, merupakan anggota Brimob. Dalam penangkapan, lanjut Argo, Kabareskrim terlebih dahulu berkoordinasi dengan pimpinan mereka, yakni Kakor Brimob.

ANTARA FOTO/Abdul Wahab

Pelaku penyiraman air keras Penyidik KPK Novel Baswedan dibawa petugas untuk dipindahkan ke Bareskrim Mabes Polri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (28/12/2019).

 

“Karena yang bersangkutan punya kesatuan dan punya komandannya, dari Kabareskrim koordinasi dulu kepada Kakor Brimob, kemudian kita lakukan penangkapan,” jelas Argo.

Pada bagan lain, anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menilai keinginan beberapa kalangan agar Jokowi membentuk tim independen dalam kasus Novel untuk menghindari konflik kepentingan belum dibutuhkan. Dia sepakat agar polisi terus dikawal untuk mengedepankan profesionalisme demi meraih kepercayaan publik.

Menurut dia, Polri tengah berada dalam dilema karena pelaku ialah polisi aktif. “Polisi dihadapkan pada pilihan membela korps atau menegakkan kebenaran.”  (Tri/Ant/X-6)

BERITA TERKAIT