31 December 2019, 00:15 WIB

Oligarki dan Dinasti menguat pada 2020


Ade Alawi | Politik dan Hukum

MI/Seno
 MI/Seno
Ilustrasi

TAHUN segera berganti. Dalam konteks politik, 2020 bangsa Indonesia akan menyaksikan fenomena menguatnya oligarki. Pertarungan politik akan didominasi oleh sekelompok orang yang punya modal kuasa dan uang.

Demikian dikatakan pakar politik dari UIN Syarif HIdayatullah Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan, kepada Media Indonesia, Senin (30/12). Fenomena menguatnya oligarki politik, kata dia, bukan ujug-ujug.

"Gejalanya terlihat di 2019 dengan naiknya orang-orang yang latar belakangnya pengusaha atau partai tanpa kualifikasi meritokratif baik di jajaran wakil menteri, stafsus presiden, atau di Wantimpres," jelas Dosen FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Meskipun semua itu ranah prerogatif presiden, lanjutnya, aspek kapabilitas seharusnya tetap menjadi dasar utama, terlebih ini periode akhir Presiden Joko Widodo. Kecenderungan lain pada 2020, kata dia, politik dinasti yang menguat.

Hal itu ditandai oleh munculnya politisi karena hegemoni keluarga dan mengabaikan kualitas dan kelayakannya.

"Ruang tampilnya oligarki dan dinasti ini terbuka dalam kontestasi politik yang tak terkontrol atas nama kebebasan," ujarnya.

Menurut dia, semua orang bisa bersaing, sementara basis atau fondasi political society belum terbangun kuat, sehingga yang kuat semakin kuat sebagai gusti, oligarki, yang lemah secara politik dan ekonomi tetap menjadi kaula.

"Pada titik ini demokrasi melanggengkan kesenjangan dan dominasi.

Pilkada 2020 akan menjadi panggung para oligarki, dinasti, yang terlegitimasi atas nama demokrasi melalui mobilisasi politik," pungkasnya. (Alw)

BERITA TERKAIT