30 December 2019, 22:20 WIB

Rentetan Bencana sudah Datang


DW/YP/FL/AT/BB/BK/N-2 | Nusantara

ANTARA FOTO/Thomas Agusta Rosevel
 ANTARA FOTO/Thomas Agusta Rosevel
Banjir akibat luapan sungai di Desa Keban Agung, KecamatĀ­an Mulak Sebingkai, membuat sebuah jembatan ambrol dan belasĀ­an rumah hancur.

BANJIR bandang jadi ancaman di Sumatra. Setelah merusak dua desa di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatra Utara, kemarin, giliran satu desa di Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan, jadi korban.

Banjir akibat luapan sungai di wilayah Desa Keban Agung, Kecamat­an Mulak Sebingkai, itu, membuat sebuah jembatan ambrol dan belas­an rumah hancur dan rusak berat.

“Runtuhnya Jembatan Ayek Mulak membuat jalur yang menghubungkan Kecamatan Mulak Ulu dan Kecamatan Semende, Kabupaten Muara Enim, putus. Warga empat desa kesulitan untuk melakukan perjalanan,” papar Kabid Penanganan Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatra Selatan, Ansori.

Sementara itu, jumlah rumah yang rusak mencapai 10 unit dan 6 rumah lainnya terbawa arus air. Sampai kemarin, air masih membanjiri sejumlah musala dan kantor pemerintah desa.

Kemarin, Bupati Labuhanbatu Utara Khairuddin Syah mendatangi korban banjir bandang di Dusun Siria-ria, Desa Pematang, Kecamat­an Na IX-X. Meski sempat terjatuh ke aliran air deras, bupati tetap mampu menghibur warga yang tengah berduka.

Banjir bandang di daerah ini terjadi di Desa Pematang dan Desa Hatapang. Bupati datang membawa sejumlah bantuan makanan dan selimut. Ia juga berdialog dengan warga untuk mengetahui kebutuhan mereka.

Sementara itu, di Pulau Jawa, bencana akibat angin kencang mengemuka. Di Jawa Timur, BPBD mencatat sudah 21 kabupaten dan kota yang terdampak.

“Selain angin kencang, ada dua daerah yang dilanda banjir dan satu daerah mengalami tanah longsor,” ungkap Kepala BPBD Jawa Timur, Subhan Wahyudiyono.

Prakirawan cuaca di Stasiun Klimatologi Yogyakarta Hariyati juga meminta warga untuk waspada.
“DI Yogyakarta akan dilanda hujan deras pada penghujung tahun. ­Angin kencang dan gelombang tinggi juga masih terjadi.” (DW/YP/FL/AT/BB/BK/N-2)

BERITA TERKAIT