30 December 2019, 22:00 WIB

Perayaan tanpa Pendakian


Akhmad Safuan | Nusantara

HADI Purwanto, 50, terpaksa menelan kekecewaan. Kemarin, pembina kelompok pencinta alam Garda Bumi Jepara itu sudah bersiap dengan tas ransel besar di pundak.

Ia hendak mendaki Gunung Merbabu untuk merayakan malam pergantian tahun. Namun, jalur pendakian dan puncak gunung ditutup oleh Balai Taman Nasional Gunung Merbabu.

“Saya pulang saja. Malam Tahun Baru dirayakan di daerah sendiri,” ungkap Hadi, yang ditemui di jalur pendakian Thekelan, Desa Batur, kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, kemarin.

Malam pergantian tahun menjadi kabar duka bagi pencinta alam yang hendak merayakannya di puncak-puncak gunung di Jawa Tengah. Hampir seluruh gunung ditutup untuk pendakian karena cuaca ekstrem masih terjadi.

Hadi Purwanto tidak sendiri. Kemarin, di beberapa jalur pendakian, banyak kelompok pencinta alam yang mengurungkan tekadnya naik ke puncak gunung. Selain Gunung Merbabu, penutupan jalur pendakian juga terjadi di Gunung Slamet dan Gunung Ungaran, Jawa Tengah.

Tahun ini, perayaan di kawasan pantai juga kurang kondusif. Di pantai selatan DI Yogyakarta, misalnya, selama Desember, gelombang cenderung tinggi. Dalam dua pekan terakhir, tiga warga jadi korban, tewas terbawa ombak.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat.  “Gelombang di pantai selatan Jawa Barat-Jawa Tengah dan DI Yogyakarta mencapai 1,5 meter-3 meter dengan angin juga bertiup kencang. Wisatawan yang ingin melewatkan libur akhir tahun di pantai harus sangat waspada,” tutur pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung, Cilacap, Nurmaya.

Perayaan dalam kota

Tanpa gunung, warga Klaten masih bisa bersuka ria. Tahun ini, Dewan Kesenian Klaten telah menyiapkan Kirab Budaya Purna Warsa 2019. Kirab ini akan menyuguhkan potensi kesenian tradisional sebagai hiburan rakyat di akhir tahun.

Salah satu kegiatan kirab budaya di eks Kawedanan Gondang, digelar di kawasan Gunung Merapi, Kecamatan Kemalang, Klaten, sejak siang hingga malam hari. Warga bisa menonton sejumlah tari pertunjuk­an, mulai jatilan, gedruk, tari topeng, gambyong, dan ketoprak.

“Kirab budaya ini sudah sesuai dengan strategi Tri Karsa Budaya Dewan Kesenian Klaten, yaitu meluhurkan, mengembangkan, dan melestarikan seni budaya daerah,” kata Pengurus Dewan Kesenian Klaten, Singgih Iswardani.

Di Sumatra Selatan, PT Kereta Api Indonesia juga siap menyukseskan perayaan malam pergantian tahun dengan mengoperasikan lintas rel terpadu (LRT) hingga tengah malam.

“Biasanya, semua ruas jalan di Kota Palembang macet akibat antusiasme warga merayakan pergantian tahun. Kami mendukung dengan mengoperasikan LRT sampai tengah malam sehingga warga tidak khawatir soal layanan transportasi,” ungkap Manager Humas PT KAI Palembang, Aida Suryanti.

Jaminan keamanan juga disiapkan Polresta Surakarta, Jawa Tengah, untuk warga yang merayakan malam Tahun Baru. “Kami mendapat dukungan dari Korem 074. Ada empat titik yang menjadi fokus, yakni Jembatan kali Pepe, Plaza Manahan, Solo car free night, dan Alun-Alun Kidul,” ungkap Kapolresta AKB Andy Rifai.

Sejumlah objek wisata juga akan menjadi tempat tujuan warga meniti Tahun Baru. Di antaranya pantai-pantai di Banyuwangi; Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat; objek wisata Bayt Alquran di Palembang; juga situs tsunami di Banda Aceh. (AT/LD/JS/DW/WJ/UA/DG/MR/UL/RK/YH/RF/PT/SS/RS/N-2)

BERITA TERKAIT