31 December 2019, 08:05 WIB

Mahasiswa Komunikasi Unas Gelar Pelatihan untuk Siswa SAAJA


mediaindonesia.com | Humaniora

Istimewa
 Istimewa
Mahasiswa Komunikasi Unas berfoto bersama siswa SAAJA yang didampingi kepala sekolah dan dosen pembimbing kegiatan CSR di Kuningan, Jakarta.

UNIVERSITAS Nasional (Unas) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan program Pelatihan Public Speaking, Pengenalan Bahasa Inggris, dan Kerajinan Tangan kepada siswa Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJA) di kawasan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Sabtu (21/12).

Kegiatan tersebut  merupakan perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya ialah mengabdikan diri kepada masyarakat.

Sebanyak sembilan mahasiswa Unas yang tergabung dalam kelompok pengabdian kepada masyarakat memberikan tiga materi pengajaran kepada siswa SAAJA.

Tiga materi tersebut terdiri dari pertama, materi tentang menumbuhkan kepercayaan diri siswa dalam berbicara di depan umum. Kedua, materi melatih siswa menggunakan bahasa Inggris dalam pergaulan sehari-hari. Ketiga, materi membuat karya berupa kerajinan tangan dengan memanfaatkan sampah plastik untuk diolah menjadi produk lain yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.

SAAJA merupakan tempat bermain dan belajar bagi anak-anak dari keluarga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), termasuk anak jalanan.

SAAJA didirikan pada 2000 dengan nama Sekolah Rakyat Miskin, kemudian pada 2001 berganti nama menjadi Sekolah Alternatif Anak Jalanan.

Berdiri di atas lahan milik Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) DKI Jakarta, SAAJA kini telah menampung peserta belajar, dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Pada awalnya, SAAJA hanya fokus pada pembelajaran PAUD, tapi seiring berjalannya waktu dan kebutuhan dari anak jalanan dalam membantu pelajaran sekolah, sejak ]2015 kegiatannya bertambah dengan bimbingan belajar.

Pembimbing kegiatan PKM Unas, Yayu Sri Wartini, mengatakan melalui kegiatan ini mahasiswa diajak berkontribusi kepada masyarakat lewat keterampilan yang dimiliki sesuai dengan bidang ilmu yang didapatkan di bangku kuliah.

“Ilmu yang didapatkan mahasiswa selama di bangku kuliah ini dapat diterapkan melalui kegiatan ini. Semua mahasiswa dapat berkontribusi kepada para peserta didik di sekolah ini,” ujar Yayu.

Melalui kegiatan PKM tersebut, Yayu berharap mahasiswa dapat mengetahui secara langsung penerapan ilmu  yang didapatkan di bangku kuliah, khususnya yang terkait dengan ilmu corporate social responsibility (CSR).

Selain itu, ia berharap agar kegiatan ini dapat menjadi pemicu bagi para mahasiswa untuk terus tergerak memberikan pengabdiannya kepada masyarakat, khususnya mereka yang hidup dalam kelompok marginal.

Kepala SAAJA Kristina Iin Dwiyanti menyampaikan apresiasinya kepada Unas yang telah membuat kegiatan PKM yang sangat bermanfaat bagi para peserta didiknya. 

Menurut Kristina, ketiga kegiatan tersebut  yakni pelatihan public speaking, bahasa Inggris, dan kerajinan tangan yang memanfaatkan limbah plastik merupakan materi yang sangat bermanfaat bagi para siswa.

“Saya sangat berterima kasih kepada para mahasiswa Unas yang telah melaksanakan kegiatan ini. Kegiatan ini sangat bagus dan memang dibutuhkan oleh para siswa, khususnya pelatihan bagaimana dapat berbicara di muka umum,” ujar Kristina.

Kristina menjelaskan memahami cara berbicara di depan umum ini sangat baik dan berguna bagi para siswa karena tanpa menguasai teknik berbicara yang baik, anak-anak tidak akan mampu menyampaikan pesan kepada lawan bicaranya.

"Pengetahuan ini harus dipupuk sejak dini guna memberi bekal kepada para siswa bila nanti mereka tumbuh dewasa dan hidup di masyarakat luas," tuturnya.. 

Hal lain dari pelatihan ini ialah dapat melatih mental dan keberanian siswa untuk menyampaikan ide atau gagasan di depan umum.

“Anak-anak perlu dilatih keberaniannya untuk berbicara di depan teman sekolahnya, bahkan kelak mereka akan berani dan mempunyai mental yang kuat untuk berbicara di depan masyarakat banyak,” tambahnya.

Kristina memamparkan pemberian materi tentang public speaking di SAAJA ini merupakan yang pertama kalinya.

"Selama ini kegiatan pembelajaran yang diberikan kelompok mahasiswa atau relawan kepada siswa SAAJA lebih mengarah kepada pemberian bantuan pengajaran tentang penyelesaian permasalahan terkait dengan pelajaran sekolah," jelasnya.

Ia berharap kegiatan PKM ini tidak hanya untuk saat ini, tapi juga harus berlanjut pada kegiatan berikutnya.

“Semoga kegiatan ini dapat berjalan terus dengan berbagai kegiatan baik yang dilakukan oleh para mahasiswa, pihak swasta, atau pihak lainnya. Yang terpenting adalah kontinuitas dari kegiatan ini harus dijaga,” harapnya. (OL-09)

BERITA TERKAIT