30 December 2019, 17:50 WIB

PKS Tuding Gerindra Menghambat Proses Pemilihan Wagub DKI


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MI/Insi Nantika Jelita
 MI/Insi Nantika Jelita
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Muhammad Arifin

FRAKSI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta menduga Fraksi Partai Gerindra menghambat proses pemilihan calon wakil gubernur (cawagub) dengan lobi-lobi politik. Lobi-lobi tersebut berujung pada disodorkannya empat cawagub menandingi PKS.

"Ohiyaa, kami melihat ada kesan seperti itu (Gerindra mengganggu proses pemilihan wagub). Bisa Gerindra atau partai-partai lain yang khawatir lah (soal cawagub)," ujar Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Muhammad Arifin di Gedung DPRD, Jakarta, Senin (30/12).

Namun, dirinya memahami permainan politik tersebut. PKS dan Gerindra menjadi partai yang mengusung Anies Baswesan dalam Pilgub DKI 2017. Setelah ditinggal Sandiaga Uno dari 2018 untuk mengikuti Pilpres 2019, praktis kursi wagub kosong sampai sekarang.

"Ya namanya juga politik, kan PKS dengan partai lain kompetitor. Bisa saja berdampak kalau PKS jadi wagub berdampak pada eningkatan suara PKS. Tapi kan, partai lain tidak mnginginkan itu (kursi wagub)," tutur Arifin.

"Jadi wajar saja lah, kami menghargai. Itu bagian dari demokrasi. Karena tentunya proses yang sudah berjalan ini tolong dijalankan dengan baik, itu jg penghormatan demokrasi," tambahnya.

PKS masih mempertahankan dua nama cawagub yang sudah disepakati sejak Maret 2019 lalu. Dua nama calon itu ialah mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Jakarta Agung Yulianto.

"Januari (2020) menurut rapat banggar lalu yang disampaikan Pak Prasetyo (Ketua DPRD DKI), kalau pada Januari diusahakan DKI sudah punya wakil gubernur. Harapan kami seperti itu. Tapi kalau Gerindra mau  mengajukan nama baru, wajar. Kami masih menggunakan nama yang  lama, sebelum ada instruksi dari DPP bahwa nama ini diganti," tandas Arifin. (OL-4)

BERITA TERKAIT