30 December 2019, 16:22 WIB

Hong Kong akan Hadapi Protes Besar Akhir Tahun


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PADA penghujung 2019 di Hong Kong akan berakhir dengan berbagai protes yang direncanakan untuk Malam Tahun Baru (31 Desember) dan Hari Tahun Baru yang bertujuan untuk mengganggu perayaan dan musim berbelanja di pusat keuangan Asia.

Bekas koloni Inggris yang diserahterimakan ke Tiongkok pada 1997 itu yang telah diwarnai bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa sejak Natal.

Unjuk rasa yang dijuluki ‘Suck the Eve’ dan ‘Shop with you’ dijadwalkan untuk Malam Tahun Baru pada Selasa (1/1) di penjuru kota, termasuk di jalanan kecil Lan Kwai Fong dekat Pelabuhan Victoria yang indah di Hong Kong, dan pusat perbelanjaan populer, menurut pemberitahuan yang beredar di media sosial.

Unjuk ras Hari Tahun Baru pada 1 Januari, telah diberikan izin polisi dan akan dimulai dari taman besar di Teluk Causeway yang ramai dan berakhir di kawasan pusat bisnis, kata organisasi penyelenggara, Civil Human Rights Front.

Front sebelumnya mengorganisasikan pawai damai dengan jutaan lebih orang terlibat pada Juni 2019 dan mengadakan pawai massal terbaru awal Desember ketika mereka mengatakan sekitar 800 ribu orang hadir.

Protes terencana yang terbaru digelar setelah terjadi bentrokan sejak Malam Natal ketika polisi antihuru-hara menembakkan ribuan gas air mata ke ribuan demonstran, banyak yang memakai topeng dan tanduk rusa, setelah bentrokan di pusat perbelanjaan dan di distrik wisata utama.

Sementara protes hingga kini telah memasuki bulan ketujuh dan berkurang dalam hal intensitas dalam beberapa pekan terakhir. Pawai atau aksi unjuk rasa terjadi hampir setiap hari di bekas koloni Inggris tersebut.

Sebuah pawai direncanakan di distrik pusat bisnis pada Senin (30/12) malam. Para pemrotes akan berkumpul untuk mengenang mereka yang telah meninggal atau terluka selama aksi protes mebekap kota. (Channel News Asia/Hym/OL-09)

BERITA TERKAIT