30 December 2019, 15:27 WIB

Tersangka Penusukan di Rumah Rabi Hadir di Pengadilan New York


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Kena Betancur/AFP
 Kena Betancur/AFP
Tersangka penusukan seorang rabi, Thomas Grafton, 37, (tengah) dibawa polisi untuk diadili.   

SEORANG tersangka muncul di pengadilan New York, Minggu (29/12) waktu setempat, yang didakwa dengan lima tuduhan percobaan pembunuhan dengan penikaman di rumah seorang rabi di pinggiran kota. Insiden itu yang terbaru dalam serentetan serangan terhadap target Yahudi.

Grafton Thomas, 37, memasuki properti di Monsey, Rockland County, selama perayaan untuk festival Yahudi, Hanukkah, Sabtu (28/12) malam. Ia menikam beberapa orang dengan golok sebelum melarikan diri.

Dia ditahan di Penjara Rockland County setelah muncul di Pengadilan Kota Ramapo, tempat dia membantah tuduhan tersebut.

Serangan dan insiden lain menggarisbawahi meningkatnya kekerasan anti-Semit di Amerika Serikat.

Presiden Donald Trump dalam komentar di Twitter mengatakan, “Warga Amerika Serikat semua harus berkumpul untuk melawan, menghadapi, dan memberantas momok jahat anti-Semitisme.”

Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan kepada wartawan di tempat kejadian pada Minggu, “Mereka adalah orang-orang yang berniat membuat kerusakan massal, kekerasan massa, menimbulkan ketakutan berdasarkan ras, warna kulit, kepercayaan."

Tidak ada rincian resmi yang dirilis tentang para korban, yang dilarikan ke rumah sakit terdekat. Media setempat mengatakan satu orang terluka parah.

Thomas dilaporkan ditangkap di mobilnya sekitar 50 km dari lokasi ia beraksi, dua jam setelah serangan.

Menanggapi lonjakan baru-baru ini dalam kejahatan rasial di New York, Wali Kota Bill de Blasio mengumumkan NYPD meningkatkan patroli dan kunjungan ke tempat-tempat ibadah.

Serangan itu terjadi sekitar pukul 22:00 pada Sabtu (28/12), malam ketujuh Hanukkah, dengan sekitar 100 orang berkumpul untuk upacara penerangan lilin.

"Ini adalah gelombang dan tren kekerasan yang dipenuhi kebencian yang melanda negara ini, bukan hanya NY State," ujar Maya Wiley, seorang aktivis hak-hak sipil dan wakil presiden senior untuk keadilan sosial di universitas swasta New School di New York.

"Kita harus berdiri bersama untuk menjaga tetangga kita tetap aman,” tambah Wiley. (AFP/Hym)

BERITA TERKAIT