30 December 2019, 15:20 WIB

BPBD Cianjur Siagakan Alat Berat di Titik Rawan Longsor


Benny Bastiandy/Budi Kansil | Nusantara

Antara
 Antara
BPBD Kabupaten Cianjur siaga longsor dengan menyediakan alat berat di daerah rawan longsor. 

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk menyiagakan alat berat di beberapa titik rawan longsor. Upaya itu dilakukan untuk mempercepat langkah penanganan seandainya terjadi tanah longsor menjelang pergantian tahun. Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur Mochammad Irfan Sofyan mengatakan peningkatan koordinasi dengan perangkat daerah lain dilakukan karena potensi bencana relatif cukup tinggi. Sejak ditetapkannya status siaga banjir dan tanah longsor, berbagai upaya pun dilakukan.

"Untuk alat berat kami sudah berkoordinasi dengan PUPR. Di setiap UPTD sudah disiagakan alat beratnya. Termasuk koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengawasi potensi pohon tumbang karena hujan saat ini kerap disertai angin kencang," kata Irfan kepada Media Indonesia, Senin (30/12/2019).

Pada Operasi Lilin Lodaya 2019, BPBD juga menyiapkan Posko Bencana. Lokasinya dipusatkan di Jalan Pramuka.

"Berdasarkan prakiraan BMKG, pada akhir tahun akan terjadi curah hujan cukup tinggi. Kami antisipasi setiap potensinya. Intinya kami selalu siaga," jelas Irfan.

Antisipasi penanggulangan bencana di Kabupaten Cianjur saat ini juga melibatkan Relawan Tangguh Bencana (Retana). Jumlahnya sebanyak 1.800 orang atau masing-masing desa dan kelurahan yang berjumlah 360 terdapat 5 orang Retana.

"Kami sangat terbantu dengan telah terbentuknya Retana," tandasnya.

Sementara itu Karang Taruna Kabupaten Cianjur ikut meningkatkan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi menyusul relatif tingginya intensitas curah hujan saat ini. Satu di antara upayanya dengan meningkatkan sinergitas dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Cianjur yang merupakan mitra strategis.

"Pada kepengurusan Karang Taruna juga kami punya sektor kebencanaan.  Tagana merupakan mitra strategis yang bisa bersama-sama membantu penanganan kebencanaan di Kabupaten Cianjur," kata Ketua Karang Taruna Kabupaten Cianjur, Mudrikah, seusai menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Tagana Kabupaten Cianjur.

Kabupaten Cianjur merupakan salah satu wilayah rawan bencana alam di Jawa Barat. Bersamaan tingginya hujan, potensi yang diwaspadai bencana hidrometeorologi.

"Karang Taruna terbentuk hingga ke tingkat paling bawah. Kami sudah mengimbau kepada semua jajaran Karang Taruna hingga ke tingkat bawah agar ikut mewaspadai potensi-potensi kebencanaan," tuturnya.

Mudrikah menyebutkan Tagana merupakan elemen tak terpisahkan dari Karang Taruna. Apalagi konten Tagana dan Karang Taruna juga lebih mengarah kepada hal-hal bersifat sosial.

"Kami ingin semua elemen yang berkaitan dengan kemanusiaan dan sosial bisa bersatu padu. Sehingga pada akhirnya kita bisa bersama-sama membangun Kabupaten Cianjur dalam berbagai sektor," ucapnya.

baca juga: Imigrasi Surakarta Deportasi 9 WNA Selama 2019

Mudrikah mengapresiasi berbagai program sosial yang kebencanaan yang dimiliki Tagana Kabupaten Cianjur. Berbagai program tersebut tentu harus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Karang Taruna.

"Kami apresiasi dan support program yang dilakukan Tagana sebagai salah satu garda terdepan dalam hal penanggulangan kebencanaan," pungkasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT