30 December 2019, 12:47 WIB

BMKG Imbau Maksimalkan Fungsi Waduk Jelang Kemarau


Theofilus Ifan Sucipto | Humaniora

KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengimbau seluruh pihak memaksimalkan fungsi waduk. Pasalnya, BMKG memprediksi musim kemarau panjang terjadi pada 2020.

"Untuk meminimalkan dampak musim kemarau, maka perlu memaksimalkan kapasitas waduk dan embung," kata Dwikorita Karnawati di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Senin (30/12).

Dwikorita mengungkapkan puncak musim kemarau biasanya terjadi pada Februari hingga Maret. Kemarau diperkirakan masih terjadi hingga peralihan musim dari kemarau ke musim hujan pada April hingga Mei.

"Waduk dan embung berfungsi untuk menyimpan cadangan air," ujar Dwikorita.

Baca juga: Kawasan Kali Krukut Banjir, Dinas SDA Fungsikan Waduk Brigif

Selain itu, dia menyarankan pemerintah memanfaatkan teknologi. Misalnya, untuk memodifikasi cuaca lebih awal.

Dwikorita menjelaskan modifikasi cuaca berfungsi meningkatkan kebasahan lahan gambut dan mengisi waduk. Namun, modifikasi perlu memerhatikan informasi cuaca dan iklim yang dikeluarkan BMKG.

Sebelumnya, Dwikorita mengungkapkan kondisi iklim Indonesia pada awal 2020 relatif aman. Hasil kajian BMKG menunjukkan tidak ada tanda-tanda anomali cuaca.

Meski begitu, pihaknya menyebut cuaca di sebagian wilayah Indonesia tak menentu. Kondisi itu terjadi pada sebagian daerah, bahkan di wilayah yang sama.

"Misalnya di Aceh bagian timur akan mengalami kekeringan hingga kebakaran, sedangkan Aceh bagian barat mengalami banjir," ungkapnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT