30 December 2019, 10:48 WIB

Militer AS Lakukan Serangan Balasan ke Milisi Pro-Iran


Deri Dahuri | Internasional

 AFP
  AFP
Serangan balasan militer AS terhadap kelompok Kataib Hezbollah di wilayah Irak dan Suriah.

MILITER Amerika Serikat (AS) mengatakan pihaknua telah melakukan 'serangan defensif' di wilayah Irak dan Suriah dengan target kelompok Kataib Hezbollah setelah dua hari insiden pegawai kontrakt sipil AS tewas akibat serangan roket di basis militer Irak.    

Sumber milisi dan keamanan Iran mengatakan 25 anggota pasukan milisi pro-Iran tewas dan sedikitnya 55 orang terluka dalam serangan udara AS yang dilakukan di wilayah Irak.   

Sedikitnya empat komandan kelompok Kataib Hezbollah turut tewas. Sumber juga mengatakan satu dari beberap serangan udara menghantam markas milisi pro-Iran di deka Distrik Al-Qaim yang berbatasan dengan Suriah.

"Respons  atas serangan Kataib Hezbollah (KH) ke basis Irak yang menjadi tempat Operation Inherent Resolve (OIR) dari pasukan koalisi, pasukan AS telah melakukan serangan defensi yang tepat terhadap lima fasilitas KH di Irak dan Suriah akan menurunkan kemampuan KH untuk melakukan serangan pasukan koalisi OIR," kata kepala juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman dalam pernyataannya.        

Dari target yang diserang, tiga berada di Irak dan dua berada di Suriah termasuk fasilitas gudang senjata dan lokasi komando yang digunakan untuk melakukan serangan.   

Serangan yang sukses

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan para pejabat tinggi telah menggelar pertemuan singkat dengan Presiden Donald Trump untuk membahas serangan.

"Kami tidak akan mendukung Republik Islam Iran untuk mengambil tindakan yang membuat kalangan pria dan perempuan AS dalam bahaya." kata Pompeo kepada wartawan setelah bertemu dengan Trump di Mar-a-Lago club milik Trump di Palm Beach, Florida, AS.     

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Mark Esper menilaia serangan sukses. Ia menambahkan AS kemungkinan akan kembali melakukan serangan berikutnya.

AS telah menuduh kelompok milisi pro-Iran sebagai pelaku serangan pada Jumat (27/12) yang menewaskan warga sipil AS dan melukan empat tentara AS serta dua tentara Iran di dekat kota minyak, Kirkuk. 

Pakar Timur Tengah, Kenneth Katzman yang juga penyulis buku Warriors of Islam: Iran's Revolutionary Guard kepada Al Jazeera mengatakan,"Pertanyaan adalah bagaimana rekasi dari pemerintah Iran dan Irak

"Perdana menteri (Irak) yang berusaha menjalin pertemanan dengan dua pihak (Iran dan AS) mengatakan serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan Irak  sehingga serangan akan menyebabkan masalah hubungan AS-Irak," kata Katzman.

Di sisi lain, faksi pro-Iran yang kuat, Asaib Ahl al-Haw yang para pemimpinnya dikenai sanksi oleh AS, mendesak orang-orang AS untuk menarik diri dari Irak. (AFP/Aljazeera/OL-09)


 

BERITA TERKAIT