30 December 2019, 08:50 WIB

Kebakaran Hutan, Penduduk dan Wisatawan di Victoria Dievakusi


Antara | Internasional

AFP/Peter Parks
 AFP/Peter Parks
Helikopter melakukan pemadaman di wilayah kebakaran di Kota Bilpin, 70 km sebelah barat Sydney

PENINGKATAN suhu dan angin kencang menyulut kebakaran besar-besaran di negara bagian Australia, Victoria. Karena itu, ribuan penduduk dan wisatawan yang sedang berlibur segera dievakuasi.

Dengan suhu mencapai lebih dari 40 derajat Celcius (104 Fahrenheit) di Melbourne, pihak berwenang meminta sekitar 30.000 wisatawan untuk meninggalkan East Gippsland, area yang luasnya setara dengan setengah Belgia. Bahaya kebakaran diperkirakan akan sangat ekstrem pada tujuh dari sembilan distrik negara bagian dan mengancam akan menutup Jalan Raya Princes, jalan arteri utama di kawasan itu.

Suhu panas bergerak menuju ke New South Wales (NSW) dengan cepat. Suhu diperkirakan akan meningkat pada malam Tahun Baru ketika ratusan ribu orang berkumpul di sekitar kota pelabuhan Sydney untuk menyaksikan perayaan kembang api yang terkenal.

Hampir 900 rumah hancur dan 3,48 juta hektare lahan terbakar di NSW selama musim kebakaran hutan ini, sementara Sydney diselimuti oleh asap selama berminggu-minggu. Muncul kekhawatiran atraksi kembang api akan dibatalkan, namun hingga saat ini pihak berwenang tetap mengizinkan.

Baca juga: PM Morrison Akhirnya Sambangi Petugas Pemadam Kebakaran Australia

Peringatan kebakaran juga meluas dari Australia Barat hingga Australia Selatan dan Tasmania.

Pemerintah federal mengatakan mereka akan mengompensasi petugas pemadam kebakaran sukarela atas hilangnya pendapatan mengingat intensitas musim kebakaran tahun ini.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan memberikan hingga 6.000 dolar Australia (4.186 dolar AS) untuk setiap kru yang memenuhi syarat telah menghabiskan lebih dari 10 hari di lapangan pada musim ini.

Morrison pun pulang lebih awal dari liburan di Hawaii menjelang Natal dengan kritik pemerintahnya tidak berbuat banyak untuk mengatasi perubahan iklim dan kekeringan di seluruh Australia.(OL-5)

 

BERITA TERKAIT