30 December 2019, 05:00 WIB

2 Desa di Labuhanbatu Utara Berduka


YP/PS/RK/LD | Nusantara

MI/Yoseph Pencawan
 MI/Yoseph Pencawan
Dampak banjir bandang di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatra Utara, kemarin.

WARGA dua desa di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatra Utara, terpaksa harus melupakan kemeriahan Tahun Baru. Gelombang air setinggi 2 meter dalam volume besar telah menghancurkan ketenangan dan kedamaian Desa Pematang dan Desa Hatapang di Kecamat­an Na IX-X, Sabtu (28/12) malam.

“Banjir bandang menghanyutkan 9 rumah, merusak 17 rumah, dan membuat 5 warga dalam satu keluarga hilang. Kedua desa masih terisolasi,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatra Utara, Riadil Akhir Lubis.

Air dari luapan Sungai Lubuk Natiko dan Siria-Ria yang membawa batu berukur­an besar, lumpur, dan kayu gelondong­an, itu, juga menghancurkan sebuah jembatan. Longsoran tanah, lengkap dengan batu besar dan kayu, menimbun lahan pertanian sepanjang 100 meter dengan ketinggian mencapai 5 meter di areal seluas 15 hektare.

“Kami sudah mendirikan posko darurat dengan 25 personel yang siaga mengevakuasi warga. Dua alat berat milik pemerintah kabupaten dan swasta sudah bergerak ke lokasi,” tambah Riadil.
Di lapangan, gelombang peng­ungsian pun terjadi. Warga mengungsi ke sekolah atau rumah penduduk yang berada di dataran yang lebih tinggi.

Kemarin, banjir luapan Su­ngai Indragiri, Riau, memutus jalan lintas antardua kabupaten, yaitu Indragiri Hulu dan Indragiri Hi­lir. Lokasi jalan putus itu berada di Rengat-Tembilahan di wilayah Desa Sungai Raya, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu.

“Arus lalu lintas terpaksa dia­lihkan melewati jalur alternatif di Simpang Granit, Siberida, dan Batang Gangsal,” jelas Kasat Lantas Polres Indragiri Hilir AK Rosna Meilani.

Hujan deras dan angin kencang juga menerjang Kulonprogo dan Sleman, DI Yogyakarta, angin membuat sejumlah pohon bertumbangan. (YP/PS/RK/DW/AT/AU/PO/LD/YK/BN/BB/BK/YH/SS/RS/N-2)

BERITA TERKAIT