29 December 2019, 10:31 WIB

Peringkat Penyalahgunaan Narkoba Kalsel Turun


Denny Susanto | Nusantara

Antara
 Antara
Polisi memperlihatkan barang bukti narkoba di Polda Kalsel. Saat ini peringkat penyalahgunaan narkoba di Kalsel turun peringkat.

PERANG melawan narkoba yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dianggap berhasil dalam beberapa tahun terakhir. Peringkat penyalahgunaan narkoba di Kalsel turun dari posisi 5 besar menjadi 12 besar di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan, Ifansyah, Minggu (29/12/2019). Berdasarkan hasil survey tim BNN pusat pada awal 2019 diperoleh data peringkat penyalahgunaan narkoba di Kalsel turun dari peringkat 5 secara nasional menjadi 12.

"Ini bisa dibilang sebuah keberhasilan, tetapi kita akan terus berkomitmen untuk memerangi narkoba di wilayah yang dikenal religius ini dan berharap Kalsel ada diperingkat terakhir saja," tegasnya.

Menurut Ifansyah upaya memerangi narkoba baik melalui tindakan hukum maupun sosialisasi harus dilakukan semua pihak, karena peredaran narkoba sudah menjangkau hingga pelosok desa. Data BNNP Kalsel jumlah pengguna narkoba saat di Kalsel mencapai hampir 60 ribu orang. Kalsel juga menjadi target peredaran narkoba yang dipasok tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga luar negeri khususnya negara tetangga Malaysia. Di Indonesia angka kerugian akibat kejahatan narkoba ini per tahun mencapai Rp84 triliun. Dan jumlah korban meninggal akibat narkoba per harinya sebanyak 30-40 orang.

Jelang pergantian tahun ini BNNP Kalsel melakukan serangkaian razia di lokasi tempat hiburan malam dan hotel terutama di ibukota provinsi Kota Banjarmasin. Pihaknya mewaspadai mendekati perayaan pergantian tahun peredaran narkoba akan semakin meningkat.

baca juga: Rutin Membersihkan Rumah Meminimalisir Masuknya Ular

Zulfa Asma Vikra, Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, mengatakan pihaknya sudah mengesahkan Peraturan Daerah nomor 17 tahun 2018 tentang Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Psikotropika dan Zat Adiktif di Kalsel guna mendukung upaya pemberantasan narkoba. Polda Kalsel mencatat kejahatan narkoba merupakan salah satu angka kejahatan tertinggi terjadi di Kalsel. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT