29 December 2019, 07:55 WIB

Puasa dan Memori Verbal


Sciencedaily/CNN/Uca/X-3 | Humaniora

Duta
 Duta
Ilustrasi

KENDATI sudah sering memuatnya di jurnal ilmiah, peneliti yang juga ahli saraf Johns Hopkins Medicine, Mark Mattson, mengulas kembali perihal puasa makan berselang di The New England Journal of Medicine. Mattson mengetengahkan dua metode puasa makan berselang. Pertama, puasa makan 6-8 jam dan puasa makan 16-18 jam. Kedua, metode puasa 5:2, puasa dua hari dalam seminggu.

Berdasarkan penelitian pada hewan dan manusia, menurut Mattson, puasa makan berselang meningkatkan harapan hidup, jantung lebih sehat, mengoptimalkan fungsi otak, lebih resisten terhadap stres, dan menekan peradangan. Bagi orang lanjut usia, ini menunjukkan adanya peningkatan memori verbal dan fungsi fisik. (Sciencedaily/CNN/Uca/X-3)

BERITA TERKAIT