28 December 2019, 12:33 WIB

BKPM Sebut Investor Korea Siapkan Rp47 Triliun Garap Kilang Dumai


Faustinus Nua | Ekonomi

ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid
 ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid
Kilang Minyak Putri Tujuh milik Pertamina UP II Dumai. 

BADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan bahwa salah satu investor asal Korea Selatan (Korsel) berencana menanamkan modalnya untuk pengembangan kilang minyak di Dumai. Investor tersebut bekerja sama dengan Pertamina dan angka investasi yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp47 triliun.

"Kemarin saya rapat dengan Pertamian, itu dengan Dirut Pertamina bu Nicke. Angkanya sekitar Rp47 triliun kalau tidak salah," kata Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam acara Media Gathering di Jakarta, Jumat malam (27/12).

Lebih jauh, rencana investasi tersebut, menurut Bahlil, merupakan bagian dari target realisasi investasi di tahun 2020. Angkanya pun, menurut Bahlil, bisa saja berubah mengingat rencana investasi tersebut masih dibahas lebih lanjut bersama Pertamina.

Sejauh ini antar Pertamina dan investor Korsel tersebut baru menandatangani komitmen kerja sama keduanya. Bahlil mengakui bahwa BKPM akan terus mendorong dan mempercepat realisasi investasinya.

"Kami pertemukan investor dan Pertamina untuk bahas secara teknis terkait kerja sama. Itu akan dibahas kelanjutannya 2020, Januari ya," imbuhnya.

Dia menambahkan, bahwa kilang minyak Dumai sebelumnya dikelola Abu Dhabi National Oil Company (Adnoc). Akan tetapi perusahaan tersebut sudah melepasnya, sehingga BKPM harus mencari investor baru seperti investor Korsel saat ini yang berminat.

BKPM terus mencari investor-investor baru untuk menanamkan modalnya dalam negeri. Sepanjang 2019, pihaknya mengklaim mampu mencapai target realisasi investasi sebesar Rp792 triliun. Sementara untuk tahun 2020 nanti, pemerintah memberi target baru kepada BKPM sebesar Rp886 triliun.(Van/OL-09)

BERITA TERKAIT