28 December 2019, 11:54 WIB

Netanyahu Janji Bawa Kemenangan Likud di Pemilu Mendatang


Melalusa Susthira K | Internasional

 Jack GUEZ/AFP
  Jack GUEZ/AFP
PM Israel Benjamin Netanyahu memberi sambutan setelah memenangi pemilu menjadi ketua Partai Likud.

PERDANA Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berjanji kepada para pendukungnya bahwa ia akan memenangi pemilihan umum (pemilu) Israel pada Maret 2020 mendatang.

Hal tersebut dilontarkan Netanyahu setelah mencetak kemenangan besar dalam pemilihan Ketua Umum Partai Likud pada Jumat (26/12) kemarin.

"Sekarang adalah waktunya untuk bersatu serta membawa kemenangan luar biasa bagi Likud dan sayap Kanan dalam pemilihan," tutur Netanyahu dalam konferensi pers.

"Sebagian besar bangsa mendukung sayap Kanan dan mendukung saya untuk menjadi perdana menteri,” sambungnya.

Dalam pidato kemenangan itu, ia juga berterima kasih kepada sekutu dekatnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, atas dukungannya bagi Israel dalam beberapa tahun terakhir.

Trump telah mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, menggeser kebijakan AS untuk tidak lagi memandang pendirian permukiman Israel di Tepi Barat sebagai ilegal.

Netanyahu mengatakan kemenangan Partai Likud dalam pemilu berikutnya akan membawa lebih banyak pencapaian bersejarah. Atas hal tersebut ia bersumpah untuk membawa pengakuan AS atas penyelesaian perbatasan, yang mencakup pengakuan kedaulatan AS di Lembah Jordan serta di pemukiman Tepi Barat.

“Pertama, kita akan menyelesaikan perbatasan kita; kedua, kita akan mendorong AS untuk mengakui kedaulatan kita di Lembah Yordan dan Laut Mati utara; ketiga, kami akan mendorong pengakuan AS atas perpanjangan kedaulatan kami atas semua komunitas di Yudea dan Samaria, semuanya tanpa kecuali,” tutur Netanyahu.

Netanyahu memenangi pemilihan pemimpin partai sayap kanan itu atas pesaingnya Gideon Saar. Ia mengamankan 72,5%, sementara Saar mendapatkan 27,5%, setelah sekitar 57 ribu anggota Partai Likud memberikan suaranya pada Kamis (25/12).

Sebelumnya, Partai Likud dan Partai Biru-Putih yang berhaluan tengah menemui jalan buntu setelah gagal membentuk koalisi mayoritas di parlemen Israel dalam dua pemilu sebelumnya.

Adapun Bulan lalu, Jaksa Agung Israel mendakwa Netanyahu atas tuduhan penipuan, suap, dan melanggar kepercayaan. Namun, Netanyahu membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya itu. (AFP/Uca/OL-09)

BERITA TERKAIT