28 December 2019, 09:00 WIB

Berobat, Setya Novanto Pindah ke Cipinang


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
 ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Terpidana kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto.

TERPIDANA kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto dipindahkan dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin Bandung ke LP Cipinang Jakarta, sejak Kamis (26/12). Hal itu lantaran mantan ketua DPR itu harus menjalani pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto.

Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Liberti Sitinjak membenarkan kabar pemindahan Novanto. Ia memastikan pemindahan itu hanya sementara.

"Yang bersangkutan memeriksakan ritme jantungnya yang memang dalam status atau catatan kami memang sudah terjadwal untuk diperiksa. Namun, ini bukan pemindahan karena sifatnya hanya sementara," kata Liberti, saat ditemui di Gedung Kemenkum dan HAM, Jakarta, kemarin.

Liberti mengatakan lama pemeriksaan Novanto tergantung pada dokter yang menangani. Jika sudah rampung, Novanto akan dikembalikan ke LP Sukamiskin. Pengawasan selama berobat dilakukan petugas LP Cipinang. "Saat ini pengawasannya melekat ada dua pengawal setiap harinya," imbuhnya.

Liberti dan anggota Ombudsman RI Adrianus Meliala juga telah mendatangi RSPAD Gatot Soebroto, Kamis (26/12) malam. Kunjungan itu guna memastikan kebenaran Setya Novanto dirawat lantaran sakit.

Dalam kunjungan ke LP Sukamiskin, pekan lalu, Ombudsman menemukan berbagai fasilitas melebihi standar di sel yang dihuni Setya Novanto, Djoko Susilo, dan Nazaruddin.

"Kalau konteks kamar Setya Novanto dan Nazaruddin, hanya dinding yang berubah. Tempat tidur dan beberapa lemari utama, juga lantai, masih dibiarkan," ungkap Adrianus kepada wartawan ketika itu.

Dari sisi ukuran kamar pun, Novanto, Nazaruddin dan juga Djoko Susilo mendapat tempat yang lebih luas. Mereka masing-masing menempati sebuah kamar berukuran dua kali lipat dari ukuran kamar pada umumnya.

Liberti berdalih pihaknya mengikuti ketetapan Pemerintah Kota Bandung yang menetapkan LP tersebut sebagai cagar budaya.

Dalam surat rekomendasi tim ahli cagar budaya tersebut, imbuh Liberti, ukuran kamar di lantai dua LP ditetapkan lebih luas dua kali lipat dari kamar di lantai satu. (Dhk/P-2)

BERITA TERKAIT