28 December 2019, 08:10 WIB

Usut Aktor Intelektual Penyiram Novel Baswedan


Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Reno Esnir
 ANTARA FOTO/Reno Esnir
Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) memberikan keterangan pers terkait tersangka penyiraman penyidik senior KPK.

POLRI, kemarin, menyatakan telah menangkap dua anggota aktif kepolisian yang diduga menyerang penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Keberhasilan Polri itu diapresiasi banyak kalangan. Salah satunya Menko Polhukam Mahfud MD.

Mahfud menyebut penangkapan penyiram Novel merupakan prestasi bagi jajaran Polri. Pasalnya, Novel merupakan bagian dari pegawai di lembaga yang menjadi sorotan dan harapan masyarakat.

"Saya sudah tahu (tersangkanya) ada dua orang," kata Mahfud, kemarin

Tim hukum penyidik KPK Novel Baswedan juga mengapresiasi Polri yang akhirnya mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel. Namun, Polri juga diminta untuk mengusut tuntas kasus tersebut hingga aktor intelektual di balik penyerangan.

"Kita apresiasi polisi yang sudah menangkap pelaku. Polisi jangan berhenti di pelaku lapangan, tetapi mendalami siapa aktor di balik itu," kata pengacara Novel, Saor Siagian, kemarin.

Sebelumnya, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menyatakan pihaknya telah menangkap dua anggota Polri aktif terkait dengan penyerangan terhadap Novel.

"Informasi signifikan telah mengamankan pelaku yang diduga melakukan penyiraman terhadap Saudara NB," kata Listyo di Kantor Polda Metro Jaya, kemarin.

Dia menegaskan keduanya berinsial RM dan RB. Mereka ditangkap di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Presiden Joko Widodo sebelumnya meminta Kapolri Jenderal Idham Azis segera menuntaskan kasus Novel dan dalam hitungan beberapa hari ke depan menuntaskannya. Dalam menanggapi perihal itu, jajaran Polri mengaku telah bekerja keras dan memaparkan upaya penyidikan guna mengungkapkan aktor intelektual kasus itu.

Tim teknis pengungkap kasus itu pun terus memeriksa secara intensif kedua tersangka yang diduga terlibat. Kepala Biro Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan pihaknya belum mengungkapkan hasil pemeriksaan terhadap dua pelaku. Pasalnya, penetapan tersangka baru dilakukan pagi tadi dan proses pemeriksaan masih berlanjut.

Namun, Argo mengisyaratkan pihaknya telah menemukan titik terang setelah tim teknis melakukan sejumlah penyidikan panjang dan olah tempat kejadian perkara sedikitnya tujuh kali dan memeriksa 73 saksi.

Kasus Novel sudah berumur dua setengah tahun. Novel diserang dua orang tidak dikenal seusai salat Subuh di masjid dekat rumahnya di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada April 2017.

Sebelumnya, Polri yang masih dikepalai Tito Karnavian membentuk tim teknis pada Agustus lalu untuk menuntaskan kasus. Tim diberi waktu tiga bulan untuk mengungkap pelaku penyerangan, tetapi belum membuahkan hasil.

Seiring dengan penggantian Kapolri dari Tito Karnavian kepada Idham Aziz, Presiden Jokowi memberikan tambahan waktu hingga Desember ini. (Fer/Dhk/Cah/X-6)

BERITA TERKAIT