28 December 2019, 02:30 WIB

Penantian Panjang Si Merah Dekati Akhir


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

AFP
 AFP
Liverpool vs Leicester City

KEPERKASAAN Liverpool di Liga Primer musim ini terus berlanjut. Di match day ke-18 dini hari kemarin, Si Merah tampil impresif saat dijamu Leicester City. Dalam laga di King Power Stadium itu, Liverpool menang telak 4-0.

Trent Alexander-Arnold jadi bintang Liverpool dengan mencatatkan satu gol menit ke-78 dan dua assist untuk gol Roberto Firmino (31’, ‘74). Satu gol lainnya dicetak James Milner melalui titik putih menit ke-71.

Kemenangan atas Leicester membuat Liverpool makin nyaman di posisi puncak. Dengan 52 poin, Liverpool unggul 13 poin atas Leicester yang berada di posisi dua dan 14 poin dari Manchester City yang berada di posisi tiga.

Dengan keunggulan demikian lebar, Liverpool berpeluang untuk segera mengakhiri penantian selama 30 tahun menjadi juara Liga Primer. Jika mampu mempertahankan konsistensi penampilan, Roberto Firmino dan kolega tidak perlu menunggu hingga akhir musim untuk memastikan merebut gelar Liga Primer untuk ke-19 kali sepanjang sejarah.

Namun, pelatih Liverpool Jurgen Klopp sama sekali tidak mau terlena dengan apa yang didapat tim asuhannya. Pengalaman musim lalu menjadi pelajaran berharga Klopp. Unggul 7 poin atas Manchester City hingga paruh pertama kompetisi, Liverpool hanya menjadi runner up di akhir musim setelah terpaut satu poin dari City yang menjadi juara.     

“Di sepak bola Inggris, keunggulan jauh sebuah tim bisa seketika sirna. Mengapa kita harus memikirkan keunggulan itu,” kata Klopp.

Ketimbang memikirkan keunggulan margin poin, juru taktik asal Jerman itu memilih menyiapkan anak asuhnya untuk partai selanjutnya. “Kami akan menghadapi Wolves, Sheffield, Everton, Tottenham, dan Manchester United di pertandingan selanjutnya. Kami hanya fokus pada pertandingan itu dan pastikan siap melawan mereka,” kata Klopp.

Pelatih Leicester, Brendan Rodgers mengakui laju Liverpool sangat sulit dihentikan. Ia menyebut, klub yang pernah ditanganinya itu, saat ini memiliki tim yang fantastis dengan kepercayaan diri yang tinggi.

“Liverpool tidak terkalahkan dalam 18 bulan terakhir. Mereka akan menjadi juara karena memiliki segalanya untuk meraih itu,” ungkap Rodgers.     

 

Kebangkitan Setan Merah

Di laga lain, kemenangan telak juga didapat Manchester United. Menjamu Newcastle United di Old Trafford, Setan Merah menang meyakinkan dengan skor 4-1.

Sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Matthew Longstaff (17’), Manchester United mampu membalikan keadaan dengan mengemas empat gol melalui Anthony Martial (24’, 51’), Mason Greenwood (36’) dan Marcus Rashford (41’). Kemenangan ini kembali menaikkan moral pemain Manchester United, 28 poin, yang pekan lalu secara mengejutkan dibekap Watford 0-2.

“Pemain mampu bangkit setelah tertinggal. Ini hari bagus bagi kami. Kami memang membuat kesalahan di awal namun mampu memperbaikinya sehingga semuanya berjalan dengan benar,.” ungkap pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer.

Sementara itu, Carlo Ancelotti melewati debut sebagai pelatih Everton dengan mulus. Memimpin pasukannya menghadapi Burnley di Goodison Park, Ancelotti mempersembahkan tiga poin pertama bagi Everton setelah Gylfi Sigurdsson dan kolega meraih kemenangan 1-0 melalui gol Dominic Calvert-Lewin (80’).

“Sambutan yang luar biasa di Goodison Park. Kami pantas menang. Penampilan kami bagus. Yang terpenting kami mencatatkan cleansheet,” kata Ancelotti. (skysports/BBC/R-1)

BERITA TERKAIT