28 December 2019, 00:50 WIB

Swasta Didorong Biayai Proyek Strategis


MI | Ekonomi

ANTARA
 ANTARA
Pembangunan Infrastruktur

PEMERINTAH  terus mendorong keikutsertaan swasta dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur, khususnya Proyek Strategis Nasional (PSN). Pemerintah menargetkan 42% pembiayaan infrastruktur didapat dari keikutsertaan swasta.

“Kami punya rincian sumber pendanaan PSN. Dari 2016 sampai 2020 diperkirakan terjadi peningkatan pembiayaan hampir 10 kali lipat, dengan potensi pembiayaan swasta dari yang tadinya diperkirakan hanya Rp170 triliun di 2020 dan seterusnya mencapai Rp1.400 triliun,” jelas Asisten Deputi Perumahan, Pertanahan, dan Pembiayaan Infrastruktur Kemenko Perekonomian Bastary Pandji Indra di, Jakarta, kemarin.

Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo menyerukan swasta yang mendanai proyek pemerintah ini jangan hanya dari lokal. Pasalnya, sumber pendanaan swasta lokal adalah perbankan lokal pula.

“Perbankan lokal selama ini sudah dipakai oleh BUMN yang membangun selama empat tahun ini sehingga mungkin uangnya juga sudah mulai berkurang. Untuk itu kami ingin mendorong KPBU dengan pemainnya dari luar supaya mereka membawa uang dari luar masuk ke sini,” jelasnya pada kesempatan yang sama.

Selain pendanaan dari swasta, pemerintah juga diharapkan terus mengelaborasi skema-skema dalam pembiayaan infrastruktur.

Menurut Bastary, pemerintah juga tengah menyiapkan dan mempelajari skema land value capture, yakni mekanisme untuk mengambil sebagian kenaikan dari nilai tanah akibat investasi publik.

Sebagai informasi, sepanjang 2016 hingga 2019, pemerintah telah menyelesaikan 92 Proyek Strategis Nasional (PSN). Nilai investasi untuk proyek-proyek tersebut mencapai Rp467,4 triliun.

Wahyu menyebutkan sepanjang 2016-2019, pemerintah telah menyelesaikan 92 Proyek Strategis Nasional (PSN). Nilai investasi untuk proyek-proyek tersebut mencapai Rp467,4 triliun.

Proyek tersebut antara lain pembangunan jalan tol sepanjang 964 km, MRT dan LRT pertama di Indonesia; lima bandara di limaProvinsi, 15 bendungan; dan masih banyak lagi.(Ifa/E-3)

 

BERITA TERKAIT