27 December 2019, 23:40 WIB

Setiap 16 Menit Ada Kejahatan di Jadetabek


MI | Megapolitan

Ist
 Ist
Komjen Gatot Eddy Pramono

SEPANJANG 2019 ada 32.614 kasus kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya, yang meliputi Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek). Setidaknya setiap 16 menit 11 detik terjadi satu kasus di Ibu Kota dan sekitarnya.

Kapolda Metro Jaya Komjen Gatot Eddy Pramono menyebutkan ada 11 kasus menonjol pada 2019. Di antaranya perampokan, pencurian, dan penganiayaan. “Selanjutnya ada pembunuhan, pencurian kendaraan bermotor, kebakaran, judi, pemerasan, perkosaan, narkotika, hingga kenakalan remaja,” kata Gatot, Jumat (27/12).

Dia menyebutkan kasus yang terjadi pada 2019 sudah menurun 3% dari 2018. Pada 2018, tercatat 33.628 kasus yang terjadi. “Turun sebanyak 1.014 kasus,” kata dia.

Sementara untuk penyelesaian kasus di 2019 ini juga mengalami perbaikan. Jika pada 2018 penyidik hanya bisa menyelesaika 88% kasus, pada tahun ini 98% kasus bisa terselesaikan.

Lebih lanjut pihaknya juga memaparkan penyelesaian perkara lalu lintas. Pada bidang ini, penyelesaian kasus juga berjalan lebih baik dari 2018. “Pada 2018 dari 5.903 perkara mampu diselsaikan 4.254 perkara. Di 2019 dari 7.922 perkara, selesai 6.137 perkara. Berarti naik 5%,” jelas Gatot.

Untuk terus menekan kasus yang terjadi, Gatot menginginkan ada peran dari masyarakat. Agar upaya mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat. “Begitu pula juga kita tingkatkan kesadaran tertib lalu lintas untuk keselamatan.
Karena prasarana transportasi tidak akan berarti, jika tingkat kesadaran masyarakat masih rendah,” pungkasnya.

Polres Depok kemarin juga melaporkan situasi keamanan selama satu tahun. Kasus pencurian kendaraan bermotor tercatat sebanyak 106 kasus. Jumlah ini turun dibanding 2018 yang mencapai 120 kasus. Sedangkan untuk total tindak pencurian di 2019 sebanyak 106 atau turun 37% dari 2018 yang mencapai 238 kasus.

“Secara garis besar angka kriminalitas di Depok turun. Untuk angka penyelesaian kasus mengalami peningkatan yang awalnya 42%, di 2018 menjadi 50% di 2019,” kata Kapolres Depok AKB Azis Andriansyah.

Menurut dia, turunnya angka kriminal dipicu dari upaya penindakan kejahatan jalanan yang sering meresahkan warga.

Sementara di Kota Bekasi, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) menyebut kasus pelecehan seksual terhadap anak menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.  KPAD Kota Bekasi mencatat hanya ada 24 laporan masik sepanjang 2019.

Wakil Ketua KPAD Kota Bekasi, Rusham mengatakan dalam empat tahun ke belakang, jumlah kasus pelecehan seksual anak kian menurun. Dari data yang ada pada 2015 terdapat 100 kasus pelecehan seksual, 2016 ada 127 kasus dan 2017 ada 198 kasus.

Rusham menjelaskan, rata-rata pelecehan seksual yang menimpa kepada anak-anak biasanya dilakukan oleh orang terdekat. Adapun, modus pelaku rata-rata mengiming-imingi korban dengan sesuatu sampai akhirnya korban termakan bujuk rayu untuk mengikuti perintah pelaku. (Fer/KG/Gan/J-1)

BERITA TERKAIT