27 December 2019, 22:00 WIB

Guinea Berharap Investasi dari Indonesia


MI | Internasional

PRESIDEN Guinea, Alpha Conde meminta Indonesia berkontribusi dalam berbagai proyek pembangunan dan investasi di negara Afrika Barat tersebut. Tawaran itu  disampaikannya saat bertemu Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) Dakar, Mansyur Pangeran, di ibu kota Guinea, Conakry, pada 21 hingga 24 Desember lalu.

Conde secara terbuka dan antusias menyatakan ingin menjalin kerja sama dengan Indonesia. Dia berharap Indonesia dapat segera membuka kembali Kedutaan Besarnya di Conakry setelah ditutup pada 1973 lalu. Ia juga mengundang Presiden RI Joko Widodo untuk mengunjungi Guinea dan mengarahkan dibentuknya tim khusus bagi implementasi kerja sama konkret di semua bidang prioritas yang diharapkan kedua negara.

“Kerja sama konkret dengan Indonesia sesuatu yang mendesak untuk direalisasikan,” ungkap Conde, seperti dimuat dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (27/12).“Agar pihak Indonesia segera mengirim tim lengkapnya ke Guinea guna membahas rencana kerja sama konkret yang komprehensif dengan Guinea,” tambahnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Negara Conakry tersebut, Conde menawarkan Indonesia  berinvestasi di beberapa sektor, termasuk dalam pembangunan Ibu Kota Baru Guinea, Coloma City, yang akan menjadi pusat pemerintahan pada 2040 mendatang. Ia juga mengundang Indonesia untuk berinvestasi dalam berbagai infrastruktur pembangunan Conoma Island, yang akan dibuat menjadi Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE).

Tak hanya sektor infrastruktur, Conde juga mengundang Indonesia berinvestasi di bidang relokasi industri tekstil, sekaligus berinvestasi di bidang pertanian dan perkebunan, serta di bidang pertambangan. Sebelumnya, Dubes Mansyur menjelaskan terkait potensi-potensi Indonesia yang memungkinkan dilakukannya kerja sama dengan Guinea yakni di bidang investasi, pembangunan infrastruktur, pertambangan, pertanian, kesehatan, dan pertanian/perkebunan. Tak hanya bertemu dengan Presiden Conde, Dubes Mansyur juga bertemu dengan Menteri Investasi dan Kemitraan Sektor Publik Guinea, Gabriel Curtis, serta Menteri Pertambangan dan Geologi Guinea, Abdoulaye Magassouba.

Sebagai Duta Besar yang berkantor di KBRI Dakar, Senegal, yang merangkap untuk wilayah Cape Verde, Gambia, Guinea, Guinea Bissau, Mali, Pantai Gading, dan Sierra Leone, kunjungannya ke Guinea tersebut dimaksudkan guna mendorong percepatan implementasi peningkatan kerjasama bilateral, khususnya dalam menerobos pasar internasional yang bersifat non-tradisional. (uca/A-1)

BERITA TERKAIT