27 December 2019, 13:22 WIB

Mendagri: TNI-Polri di Nduga Bagian dari Perlindungan


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MI/Susanto
 MI/Susanto
Mendagri Tito Karnavian

MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian mengaku masih mendalami pengunduran diri Wakil Bupati Nduga Wentius Nimiangge. Pasalnya, hingga kini belum ada surat resmi ihwal keputusan Wentinus. Dugaan alasan pengunduran diri yang disangkutpautkan dengan pasukan di Nduga dinilai Tito tidak kuat. Kehadiran pihak keamanan murni bagian dari upaya penegakkan hukum.

"Saya tahu pasukan itu, pasukan yang dikirim TNI-Polri dalam rangka merespons peristiwa pembantaian 34 orang PT. Istaka Karya. Peristiwanya memang sudah lama, tapi pelakunya belum ketangkap, kelompok Egianus Kogoya. Hukum kan harus tegak," kata Tito di Istana Bogor, Jumat (27/12).

Tito mengatakan pasukan TNI-Polri yang diterjunkan di Nduga, Papua, sebagai bagian dari perlindungan. Hal itu untuk menjamin keamanan masyarakat luas dari ancaman kekerasan kelompok Egianus Kagoya.

"Harus ada perlindungan di sana, beberapa kelompok masyarakat di sana juga banyak yang takut pada mereka ini. Di mana perlindungannya? Ya dari negara, TNI dan Polri, karena masyarakat juga memerlukan perlindungan," ujarnya.

Ia pun sudah menelpon Kapolda, Kabinda untuk menanyakan perihal kebenaran pengunduran diri termasuk menggali alasan Wentinus.

"Justru itu saya sampaikan tadi, sampai saat ini suratnya belum ada, kalau ada wakil bupati mengundurkan diri, kita tunggu suratnya dan kita lihat alasannya sudah tepat atau belum, baru nanti kita proses," tuturnya.

Baca juga: Soal Wabup Nduga, Istana: Itu Ranah Mendagri

Dengan demikian, Kemendagri hingga saat ini masih mengonfirmasi kebenaran dugaan pengunduran diri Wakil Bupati Nduga, Papua.

"Meski demikian, hingga saat ini, Kemendagri belum mendapatkan surat perihal pernyataan pengunduran diri tersebut," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT