27 December 2019, 08:30 WIB

Pemerintah Sebut Natal Tahun ini Paling Aman


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

MI/ROMMY PUJIANTO
 MI/ROMMY PUJIANTO
Menko Polhukam, Mahfud MD.

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebut perayaan Natal tahun ini berjalan baik dan menjadi yang paling aman jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu tecermin dari tidak adanya peristiwa besar terkait aksi terorisme dan tindakan intoleransi.

"Pemerintah gembira perayaan Natal kali ini diakui tokoh-tokoh gereja bahwa tahun ini ialah Natal terbaik dan teraman dalam satu dekade terakhir. Tidak ada peristiwa (besar) apa pun yang berdampak kepada situasi nasional," kata Mahfud dalam bincang-bincang dengan wartawan bertajuk Refleksi Akhir Tahun di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Mahfud menyatakan telah melaporkan situasi perayaan Natal tersebut kepada Presiden Jokowi. Ia mengapresiasi jajaran aparat keamanan dalam mengamankan perayaan Natal dan mengantisipasi ancaman keamanan.

"Kita sudah melewati hari Natal dengan baik. Natal pada dasarnya ritual keagamaan dan tidak ada satu agama pun yang mengajarkan permusuhan. Semua agama mengajarkan persaudaraan. Mudah-mudahan ketika tahun baru bisa tetap aman, tidak ada peristiwa yang menonjol," imbuh Mahfud.

Terkait dengan pelarangan perayaan Natal di Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat, Mahfud mengakui memang terjadi polemik. Pemerintah bakal tetap mengevaluasinya agar perayaan Natal ke depan semakin aman.

"Memang ada letupan kecil, tetapi tidak berdampak nasional. Yang penting aman dulu. Nanti akan dilihat masalahnya secara mendalam. Akan kami evaluasi dan cari cara bagaimana mengatasinya," tukasnya.

MI/MOHAMAD IRFAN

Menko Polhukam Mahfud MD (tengah) bersama jajaranya saat "Ngobrol Santai Bareng dengan Media" di Bakso Boedjangan, Jakarta, Kamis (26/12/2019).

 

Apresiasi

Presiden Joko Widodo pun mengapresiasi situasi perayaan Natal yang aman dan damai di berbagai pelosok Nusantara. Presiden secara khusus memanggil Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi di Istana Kepresidenan Jakarta, kemarin. "Presiden senang situasi Natal aman dan damai," kata Fachrul Razi.

Kepada Menag, Presiden juga menyampaikan apresiasi serupa kepada para pejabat yang memberikan pernyataan yang menyejukkan kepada masyarakat.

"Beliau menyampaikan juga bahwa beberapa pernyataan pejabat-pejabat bagus, termasuk pernyataan Menteri Agama bahwa kebebasan memeluk agama dan menjalankan ibadah itu ialah amanat konstitusi," jelasnya.   

Oleh sebab itu, Menag Fachrul menambahkan, tidak bisa dibuat lex specialis derogat legi generali, yakni asas penafsiran hukum yang menyatakan bahwa hukum yang bersifat khusus (lex specialis) menyampingkan hukum yang bersifat umum (lex generalis).   

Pada bagian lain, perayaan Natal di Kabupaten Nduga, Papua, diliputi kekhawatiran pascagangguan keamanan yang relatif tak terhenti dalam setahun. Bahkan, suasana Natal 2019 tidak dirayakan masyarakat daerah beribukota di Kenyam itu.

Tokoh Kab Nduga, Samuel Tabuni, yang dihubungi Media Indonesia dari Jayapura, kemarin, mengatakan yang ada di Nduga kini hanya suasana duka.

"Kalau situasi terkini, masyarakat tidak meratakan Natal seperti biasanya. Kondisi Nduga dalam duka. Di mana-mana orang Nduga berduka. Total korban yang meninggal, baik itu ditembak aparat maupun yang mati lapar dan mengungsi, sebanyak 240. Ditambah penembakan terhadap saudara kami, Hendrik Lokbere, kemarin. Jadi, total 241 orang meninggal," ujar Samuel. (Ant/MC/TS/X-6)

BERITA TERKAIT