26 December 2019, 20:10 WIB

Filipina masih Menghitung Kerugian akibat Topan Phanfone


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP
 AFP
Topan Phanfone 

TOPAN Phanfone telah menewaskan sedikitnya 13 orang di Filipina, meninggalkan jejak kehancuran sepanjang pusat negara itu.

Topan Phanfone pertama kali mendarat pada Selasa (24/12) malam, tetapi terus melewati banyak pulau di Filipina tengah sepanjang Hari Natal.

Lebih dari 58.000 orang diungsikan menjelang badai dan sekitar 15.000 lainnya terdampar di pelabuhan ketika layanan feri ditunda.

Tingkat kerusakan mulai muncul baru pada Kamis (26/12).

Sebagian besar korban tewas terjadi di provinsi Iloilo dan Capiz.

Satu keluarga meninggal ketika mereka tersapu banjir bandang saat mereka berusaha untuk mencapai tempat yang lebih tinggi, lapor jaringan ABS-CBN Filipina. Ditambahkan, setidaknya 12 orang hilang di Provinsi Iloilo saja.

Richard Gordon, ketua Palang Merah Filipina, mengatakan kepada BBC, "Banyak orang kehilangan rumah mereka dan mereka membutuhkan makanan."


Baca juga: Sejumlah Negara Peringati 15 Tahun Bencana Tsunami


Dia menambahkan layanan air dan listrik telah terputus di banyak daerah, dan memulihkannya dapat memakan waktu berminggu-minggu.

Pulau wisata populer Boracay tampaknya telah mengalami kerusakan, meskipun skalanya tidak jelas.

Badai menghantam beberapa pulau dengan hembusan 190 kilometer per jam (118mph), menghancurkan rumah dan kabel listrik.

Banyak orang hilang. Ribuan orang terdampar saat mereka berusaha pulang untuk merayakan Natal.

Phanfone menyerang dekat wilayah yang dilanda Topan Haiyan--badai paling kuat yang pernah terjadi--pada 2013.

Lebih dari 6.000 orang tewas pada November tahun itu, menjadikannya topan paling mematikan di Filipina. (BBC/OL-1)

BERITA TERKAIT