27 December 2019, 09:00 WIB

Dua Tempat di Sulut Ini Hadirkan Pesona Alam dan Kekhusukan Doa


Voucke Lontaan | Weekend

Mi/ Susanto
 Mi/ Susanto
Bukit Doa di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

MASIH dalam rangkaian rekomendasi wisata rohani selama musim libur natal dan tahun baru, kali ini Media Indonesia mengajak anda melongok Sulawesi Utara. Tidak hanya terkenal dengan keindahan bawah laut, beberapa tempat di Sulut dapat membuat menikmati pesona alam sekaligus membuat para umat Kristiani, khidmat berdoa.

1. Bukit Doa
Udara sejuk disertai tiupan angin sepoi-sepoi akan terasa begitu Anda  tiba di puncak Bukit Doa Mahawu, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Dari Bukit Doa itu pengunjung bisa menikmati keindahan alam yang berhadapan langsung dengan Gunung Api Lokon. Bukit doa ini yang dibangun oleh seorang pengusaha sukses di kawasan Gunung Api Mahawu itu sering dijadikan tempat ibadah bagi warga kristiani.

Bagi pengunjung tidak sulit bertandang ke lokasi wisata religi ini. Jarak lokasi ini hanya sekitar 30 km dari Zero Point Kota Manado. "Kalau penumpang full dengan bus pulang pergi cukup Rp 15 ribu per orang. Tapi, kalau carter hari libur kami minta Rp 1,5 juta untuk bus berkapasitas 30 penumpang pulang pergi, itu sudah termasuk BBM," kata marcel, seorang pengemudi Bus antarkota Manado - Tomohon.

Suasana indah dan sejuknya alam di Bukit Doa Mahawu juga membuat tempat ini sering dijadikan acara  pemberkatan nikah kudus hingga pesta pernikahan yang bertemakan taman. Di tempat yang juga sering disebut sebagai Jalan Salib Mahawu ini juga terdapat Kapel Maria.


2. Monumen Tuhan Yesus Memberkati
Saat akan memasuki Kota Manado dari Bandara Sam Ratulangi, para wisatawan dapat melihat Monumen Tuhan Yesus Memberkati yang berada di kawasan perumahan mewah Citraland. Untuk sampai ke monumen tersebut hanya butuh waktu 20 menit dari zero point pusat kota.

Monumen tersebut dibangun dengan tinggi 30 meter dan penopang patung 20 meter, sehingga ketinggian patung 50 meter dengan kemiringan mencapai 20 derajat. Patung yang dibuat menggunakan bahan 25 ton besi fibre dan 35 ton besi baja itu, diprakarsai oleh (alm) Ciputra pada 2007 dengan biaya sekitar Rp5 miliar. Melihat patung itu, kita juga bisa teringat Patung Kristus Raja (Cristo Redentor) di Rio de Janeiro, Brasil.

Selain di Manado, Patung Tuhan Yesus Memberkati juga terdapat  di Buntu Burake, Toraja, Sulawesi Selatan. Untuk mencapai patung Yesus tertinggi di dunia itu, para peziarah harus melewati 7.777 anak tangga. Patung tersebut dilengkapi dengan fasilitas ampitheater untuk gedung pertunjukan dan konser. (X-7)

 

BERITA TERKAIT