26 December 2019, 18:30 WIB

MUI Ingin Usung Strategi Kebudayaan dalam Kongres Umat Islam 2020


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar Kongres Umat Islam ke-7 pada 26-29 Februari 2020 di Bangka Belitung.

Adapun salah satu yang mengemuka dalam rapat pleno Dewan Pertimbangan MUI guna membahas kongres tersebut ialah penguatan strategi kebudayaan umat islam.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof. Azyumardi Azra menuturkan strategi kebudayaan umat islam akan dirumuskan dalam rangka menyonsong atau memperkuat peranan Indonesia baik di dalam maupun ke luar negeri.

Ia menuturkan hampir 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, ekonomi Indonesia berada di posisi ke tujuh terbesar dalam negara-negara anggota yang mempunyai PDB terbesar (group of 20 atau G20). Dengan sumber daya manusia, imbuhnya, Indonesia berpotensi berada dalam urutan keempat atau kelima dalam grup tersebut. Oleh karena itu, menurut Azyumardi, dibutuhkan peran umat islam sebagai negara muslim terbesar.

"Melalui strategi kebudayaan. Perlu peningkatan etika, islam itu menjadi etos yang saya sebut sebagai islamic etos, and spirit of progress. Dimana islam itu menjadi semangat untuk kemajuan. Sama dengan protestan ethic and spirit of capitalism yang mengantarkan Amerika Serikat dan Eropa pada kemajuan," paparnya.

Menurut Azyumardi, Indonesia punya potensi untuk mewujudkan hal itu karena mempunyai banyak umat muslim yang paling moderat. Sedangkan negara dengan umat islam terbesar lain masih dilanda masalah konflik baik dalam dan luar negeri.

"Indonesia lebih punya peluang," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsudin mengatakan kongres tersebut dapat menjadi ajang silaturahmi dari para tokoh umat Islam, ulama, serta cendekiawan muslim. Selain itu, dapat pula menjadi tempat bertukar pikiran bagi seluruh umat islam dalam rangka mengukuhkan peran umat islam Indonesia dalam mengisi kemerdekaan. (OL-11)

BERITA TERKAIT