26 December 2019, 17:18 WIB

Istana Serahkan Masalah Wabup Nduga ke Kemendagri


Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Juru bicara presiden Fadjroel Rachman

PIHAK Istana enggan berkomentar lebih jauh soal kabar mundurnya Wakil Bupati Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, Wentius Nemiangge. Juru bicara presiden Fadjroel Rachman mengatakan permasalahan tersebut menjadi domain Kementerian Dalam Negeri.

"Terkait dengan pembinaan kepala daerah itu langsung dengan gubernur yang bersangkutan, kemudian diinformasikan kepada ke Mendagri. Jadi bisa ditanyakan langsung ke Mendagri Pak Tito Karnavian atau Kapuspen Kemendagri," kata Fadjroel di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/12).

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menilai langkah wakil bupati tersebut sebagai manuver politik. Menurutnya, pemerintah tidak terlalu menanggapi serius persoalan tersebut.

"Saya melihat itu manuver politik yang biasa saja sebenarnya. Jadi tidak usah menanggapinya serius, biasa saja karena itu bagian dari manuver politik. Belum jelas juga sebenarnya pengunduran itu," jelas Mahfud dalam bincang-bincang dengan wartawan bertajuk Refleksi Akhir Tahun di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/12).

Kabar pengunduran diri Wabup Nduga Wentius itu tersiar sejak Selasa (24/12) melalui media sosial Twitter @jayapuraupdate. Disinyalir, pengunduran itu lantaran Wentius kecewa dengan rentetan penembakan terhadap warga sipil yang terjadi di Kabupaten Nduga.

Dalam unggahan akun Twitter tersebut, disebutkan, 'Wakil Bupati Nduga Wentius Nimiangge, menyatakan mundur dari jabatannya di hadapan masyarakat".

Unggahan itu juga disertai tiga foto. Salah satu foto menunjukkan Wentius tengah bercelana pendek dan berbicara kepada kerumunan orang menggunakan pengeras suar. (OL-11)

BERITA TERKAIT