26 December 2019, 16:27 WIB

UMSU Pecahkan Rekor Dunia Pembuatan Kacamata Gerhana Matahari


Puji Santoso | Nusantara

MI/Puji Santoso
 MI/Puji Santoso
UMSU Pecahkan Rekor Dunia terkait Gerhana Matahari Cincin

UNIVERSITAS Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) menerima dua penghargaan atas pemecahan rekor dunia terhadap pembuatan kacamata gerhana matahari terbanyak dan lubang jarum terbesar pemantauan gerhana matahari.

Penghargaan rekor dunia itu diberikan kepada pihak kampus UMSU seusai mengikuti salat gerhana (kusuf) bersama ribuan umat Islam di kampus UMSU.

Kedua penghargaan diterima langsung oleh Rektor UMSU, Agussani. Sementara Museum Rekor Indonesia (MURI) diwakili oleh Andre. Semua yang hadir pada acara salat Gerhana Matahari berjamaah turut menjadi saksi pemecahan rekor dunia, bukan hanya sekadar rekor Indonesia.

"Dua rekor yang dipecahkan UMSU merupakan rekor dunia. Pertama pembuatan kacamata Gerhana Matahari terbanyak sebanyak 3 ribu dan lubang jarum pemantau Gerhana Matahari terbesar di dunia," ujar Andre.

Rektor UMSU Prof. Agussani mengatakan pengamatan gerhana matahari cincin secara massal ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui penyediaan sarana dan prasarana pendidikan di OIF. UMSU merupakan satu-satunya kampus di Pulau Sumatra yang memiliki alat pengembangan ilmu pengetahuan Ilmu Falak.

"Kegiatan ini momen memperkuat silaturahmi dengan masyarakat, sekaligus menumbuhkan nilai religius. Kita berharap masyarakat bisa bersama-sama melakukan pengamatan dan salat sunah gerhana berjamaah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT," tutur Agussani.

Baca juga: Puncak Gerhana Matahari Cincin Terjadi Siang Hari Ini

Di tempat yang sama, Kepala OIF (Observatorium Ilmu Falak) UMSU Arwin Juli Rahmadi Butarbutar menyebut peristiwa gerhana matahari cincin yang terjadi hari ini merupakan peristiwa astronomi langka.

"Momen kali ini, 26 Desember 2019, ini momen astronomi langka, kenapa langka karena momennya gerhana matahari cincin, hanya saja titik tidak di Kota Medan," ujar Arwin.

Pukul 12.10 WIB, lanjut dia, merupakan puncak gerhana matahari cincin. Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan titik terjadinya fenomena alam itu.

"Ketertutupan tampangan matahari oleh penampang bulan tampak dari permukaan bumi itu mencapai 90% jadi kalau langit cerah kita seolah-olah akan melihat suasana langit seperti Maghrib. Momen ini dalam dunia astronomi adalah momen yang langka," jelasnya.

Karena momen langka, ia menyebut banyak masyarakat dan kalangan ilmuan berlomba-lomba untuk mengkaji dan menggali hikmah keilmuan di balik  peristiwa itu. Ia juga tidak menganjurkan masyarakat untuk melihat langsung gerhana matahari cincin.

"Makanya kita edukasi dengan menggunakan kacamata. Hari ini ada 3 ribu kacamata yang kita berikan kepada masyarakat, ada juga teropong astronomi yang disiapkan untuk melihat gerhana matahari cincin," pungkasnya.

Adapun teleskop yang akan digunakan untuk pengamatan gerhana yakni Kamera Lubang Jarum raksasa yang juga diharapkan bisa memecahkan rekor MURI. Teleskop Bresser Missier AR 152 + Mounting CEM60 Ioptron, Teleskop Maksutov 180 mm + Mounting HEQ5 Pro yang berharga ratusan juta rupiah.(OL-5)

BERITA TERKAIT