26 December 2019, 15:30 WIB

Lantik Dirut Baru, Teten Masduki Ubah Konsep SMESCO Indonesia


Faustinus Nua | Ekonomi

MI/Fransisco Carolio Hutama Gani
 MI/Fransisco Carolio Hutama Gani
Menkop UKM Teten Masduki

MENTERI Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Teten Masduki melantik Direktur Utama (Dirut) Lembaga Layanan Pemasaran atau SMESCO Leonard Theosabrata, Kamis (26/12). Dilantiknya salah satu pengusaha UMKM tersebut sejalan dengan rencana Menteri Teten untuk memanfaatkan dan mengelola aset SMESCO melalui konsep baru sesuai visinya.

"Ke depan SMESCO akan difokuskan menjadi center of excellence and commercial hub bagi para pelaku UMKM Indonesia. Ini meliputi riset dan pengembangan, pengembangan SDM, penguatan proses produksi, juga pemetaan kebutuhan pasar secara hilistik dan seluruh elemen pendukungnya termasuk tren, persyaratan administrasi impor dan lainnya," kata Menteri Teten dalam sambutan pelantikan Dirut SMESCO di Jakarta, Kamis (26/12).

Teten menambahkan dengan dilantiknya dirut baru yang akrab disapa Leo, SMESCO akan diperkuat sebagai fungsi simpul komersial dengan ragam program link and match dengan buyer lokal hingga global. Pendiri event Brightspot Market tersebut dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman untuk mendorong UMKM naik kelas bahkan go global.

"Pemerintah menargetkan nilai ekspor produk UMKM yang sekarang sebesar 14,5% menjadi 30% di tahun 2024. Kami optimistis mampu mencapai target tersebut melalui kerja sama dengan berbagai stakeholder," imbuhnya.

Dia juga menambahkan hadirnya Leo diharapkan semakin membuat ramai pengunjung dan dapat terus memfasilitasi pelaku UMKM. SMESCO kemudian dapat menjadi simbol kerja sama lintas stakeholder dari UMKM Indonesia sehingga mampu berdaya saing di pasar global.

Baca juga: Delegasi Asian Games Terus Berkunjung, Omset Smesco Indonesia Naik 110,8%

Sementara itu, Leo mengungkapkan sebagai center of excellence and comercial hub, SMESCO harus bisa mengakomodasi semua UMKM Tanah Air. Pihaknya akan mempersiapkan UMKM masa depan yang berdaya saing.

Dengan menghadirkan para akademisi, UMKM akan mendapat banyak bantuan dan bimbingan khususnya terkait penguaan dan pemanfaatan teknologi.

"Saya merasa industri 4.0 ke depan mungkin beda dengan apa yang sudah dialami beberapa negara. Apa yang unik bagi kita mungkin berubah di masa depan sesuai tuntutan zaman," kata dia.

Untuk itu, dia menekankan konsep SMESCO akan menggabungkan antara research and comercial. SMESCO juga tidak bisa tumpang tindih dengan Sarinah yang akan menjual produk ritel UMKM atau sebagai UMKM showroom, sehingga konsepnya lebih pada pengembangan dan pendampingan UMKM bersama para akademisi.

"Tempat ini harus menghasilkan karya-karya berdasarkan research yang baik," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT