26 December 2019, 14:43 WIB

Ratusan Penduduk Cile Kehilangan Tempat Tinggal Saat Natal


Melalusa Susthira K | Internasional

PULUHAN keluarga di Cile kehilangan tempat tinggal saat Hari Raya Natal, setelah kebakaran hutan di Kota Valparaiso membakar dua lingkungan lereng bukit.

Sekitar 245 rumah di kota wisata yang dikenal dengan rumah-rumah kayunya yang berwarna cerah tersebut dilaporkan terkena dampak kobaran api hanya dalam hitungan jam.

Tidak ada korban jiwa dari kebakaran yang membakar 150 hektare lahan, namun sedikitnya 12 petugas pemadam kebakaran sukarela dilaporkan terluka.

Gubernur Valparaiso Jorge Martinez mengatakan, meskipun nyala api belum dapat dianggap terkendali, intensitasnya sangat terbatas dan tidak menimbulkan risiko bagi penduduk.

Kebakaran berkobar sejak Selasa (24/12) di bukit Rocuant dan San Roque, meskipun dengan intensitas yang lebih rendah kebakaran masih terus menyala hingga Rabu (25/12).

Nyala api dimulai di daerah berumput dan hutan, kemudian dengan cepat melaju ke pemukiman penduduk di Valparaiso yang terletak sekitar 120 kilometer dari barat laut ibukota Santiago.

"Kami sedang bersiap-siap untuk pesta (Natal) ketika kebakaran dimulai. Semuanya terjadi begitu cepat, kami tidak sempat membawa keluar apa pun," ungkap Fabian Olguin, 28, yang tinggal di bukit Rocuant.

"Mengerikan, mengerikan melihat rumah saya dan rumah tetangga saya terbakar. Patut disayangkan kita semua kini tunawisma," ujar Silvia Puga sembari menangis.

Penyebab kebakaran kini masih sedang dalam proses penyelidikan. "Ada indikasi bahwa kebakaran ini bisa disengaja," terang Menteri Dalam Negeri Chile, Ganzalo Blumel.

Terkait insiden tersebut, Presiden Cile Sebastián Piñera menyampaikan bahwa pemerintah Cile mengerahkan segala upaya untuk mengendalikan kebakaran yang diperburuk oleh kekeringan dan angin kencang tersebut.

Ia juga menyebut telah membentuk ke kelompok kerja untuk membantu para korban kebakaran dan memulai rekonstruksi.

"Kami sangat menyayangkan kebakaran yang berdampak pada begitu banyak keluarga di bukit Valparaíso dan terutama pada Malam Natal," tutur Pinera dalam akun Twitter-nya, Rabu (25/12).

Cile baru-baru ini tengah berjuang menghadapi kekeringan paling parah dalam beberapa dasawarsa terakhir. Pada September lalu, negara Amerika Latin itu menyatakan kekurangan air di lebih dari 50 komunitas di tiga wilayahnya. (AFP/Washingtonpost/Uca/OL-09)

BERITA TERKAIT