26 December 2019, 14:09 WIB

Pemerintah Alokasikan Rp11,67 Triliun untuk Subsidi Perumahan


Andhika Prasetyo | Ekonomi

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
 ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
 Foto udara pembangunan rumah bersubsidi dari pemerintah di Banyuasin, Sumatera Selatan.

PADA 2020, pemerintah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp11,67 triliun untuk subsidi Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Sebagian besar dana tersebut disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan yang mencapai Rp11 triliun untuk membiayai 102 ribu hunian.

Sisa anggaran yang ada disebarkan ke skema Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebesar Rp600 miliar untuk 150 ribu unit rumah dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebesar Rp13,4 Miliar untuk memfasilitasi 312 unit rumah.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Eko Djoeli Heripoerwanto mengungkapkan, khusus untuk BP2BT, anggaran dapat ditingkatkan sesuai dengan kemampuan pasar hingga mencapai 50 ribu unit.

"Hal itu bisa dilakukan karena BP2BT berasal dari pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN) yang kenaikan target output dan anggaran tidak memerlukan persetujuan DPR," ujar Heri di kantornya, Jakarta, Kamis (26/12).

Selain itu, pada tahun depan, pemerintah juga masih akan mengeluarkan dana sebesar Rp3,8 miliar untuk menanggung beban bunga dari skema Subsidi Beban Bunga (SSB).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemerintah, mulai 2020, akan menghentikan program KPR SSB karena dinilai sangat membebani APBN.

Walaupun sudah dihentikan, anggaran untuk SSB dipastikan masih akan terus mengalir demi menutupi beban bunga sepanjang masa tenor bergulir yang rata-rata mencapai 20 tahun. (Pra/OL-09)

BERITA TERKAIT