26 December 2019, 14:03 WIB

Mahfud Enggan Tanggapi Pengunduran Diri Wabup Nduga


Damar Iradat | Politik dan Hukum

MI/Mohamad Irfan
 MI/Mohamad Irfan
Menko Polhukam Mahfud MD

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD memilih menutup mulut raoat terkait isu pengunduran diri Wakil Bupati Nduga Wentius Nimiangge.

Pagi tadi, Kamis (26/12), Mahfud dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana Kepresidenan. Usai menghadap Jokowi, pewarta sempat meminta komentar Mahfud ihwal mundurnya Wentius, namun ia menolak menjawab pertanyaan tersebut.

"Tanya Kemendagri ya," ujar Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/12).

Pewarta kembali melontarkan pertanyaan terkait permintaan Wentius agar pemerintah menarik pasukan TNI dan Polri. Alih-alih menjawab, Mahfud langsung masuk ke dalam mobil dinas.

Wakil Bupati (Wabup) Nduga, Papua, Wentius Nemiangge, mengundurkan diri. Dia kecewa dengan dugaan penembakan terhadap warga sipil.

Baca juga: Prihatin Kekerasan Aparat Wakil Bupati Nduga Undur Diri

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar, memastikan masalah ini memperoleh perhatian serius dari pemerintah pusat. Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai pembina pemerintahan di tingkat kabupaten/kota pun dimintai keterangan.

"Kami sudah cek kepada Gubernur atau Pemprov (Pemerintah Provinsi) Papua sebagai pembinanya, tetapi belum ada komentar yang bisa kami sampaikan," kata Bahtiar saat dimintai konfirmasi Media Indonesia, Rabu (25/12).

Senin, 23 Desember 2019, di hadapan ratusan warga Nduga yang berkumpul di Bandara Kenyam, Wentius menyatakan mengundurkan diri dari jabatan wakil bupati. Dia mengaku sudah mengupayakan kepada pemerintah dan DPR agar pasukan di Nduga ditarik.

"Permintaan kami tidak direspons. Penembakan terhadap warga sipil terus terjadi," ujar Wentius.(OL-5)

BERITA TERKAIT