26 December 2019, 09:34 WIB

Kementan Isolasi Total Daerah Terjangkit Demam Babi


Hilda Julaika | Ekonomi

 ANTARA FOTO/Nur Aprilliana Sitorus Br Sitorus
  ANTARA FOTO/Nur Aprilliana Sitorus Br Sitorus
 Warga membawa bangkai babi yang dibuang pemiliknya di Danau Siombak Marelan, Medan, Sumatra Utara.

MENTERI Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan telah mengisolasi total daerah yang terpapar virus babi. Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) setempat untuk melakukan pengecekan secara rutin.

Kementan dan Pemda setempat mengawasi keluar masuknya virus penyebab demam babi yang terjadi di wilayah  tersebut.

"Dengan mengisolasi daerah yang terjangkit secara total. Penanggulangan melalui isolasi yang paling penting. Isolasi untuk virus keluar wilayah itu yang kita perketat oleh pemda setempat," ujar Mentan kepada awak media.

Lebih lanjut Mentan menjelaskan bahwa masyatakat Indonesia tidak perlu khawatir secara berlebihan perihal penyebaran demam babi ini. Pasalnya, kasus ini tidak terjadi di seluruh Indonesia dan hanya ada satu kabupaten yang terpapar virus ini paling tinggi dan hanya sekitar 2-3 kabupaten yang ikut terjangkit.

Pihaknya pun memastikan telah melakukan pengendalian secara maksimal di daerah terpapar birus. Pengendalian melibatkan jajaran gubernur, bupati, hingga pengamanan yang diperketat.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan juga telah mendirikan posko darurat dan tim gerak cepat telah bergerak untuk menangani kasus demam babi Afrika atau lebih dikenal dengan African Swine Fever (ASF) ini.

"Kami sudah lakukan pengendalian secara maksimal dilakukan oleh para gubernur, para bupati dan jajaran pengaman yang ada. Tentu saja pengamanan sesuai prosedur memang kita harus musnahkan (virus babi) di sana dan itu dalam proses," ungkap Syahrul

Diketahui akibat adanya daerah terjangkit demam babi ini, Malaysia telah melarang impor babi dari Indonesia. Menurut Syahrul,  perlu untuk menjawab persoalan dengan menetapkan daerah khusus terjangkit virus untuk dicarikan solusi pemberantasannya.

Namun, Mentan optimistis melalui pengalaman Indonesia memberantas flu burung, kasus ini diharapkan akan bisa ditangani. dengan cepat. (Hld/OL-09)

BERITA TERKAIT