26 December 2019, 08:30 WIB

Isu Pembatasan Natal cuma Bergaung di Medsos


Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Menkopolhukam, Mahfud MD.

MENKO Polhukam Mahfud MD menyakini perayaan Natal di Kabupaten Dharmasraya dan Sijunjung, Sumatra Barat, berlangsung damai.

Isu pembatasan perayaan Natal di wilayah itu dinilai hanya bergaung di media sosial.

“Seperti Sumatra Barat itu kan media sosial saja yang ramai,” ujar Mahfud.

Mahfud menduga ada ­oknum yang berupaya merekayasa pembatasan Natal di Dharmasraya dan Sijunjung.

Dia meminta semua pihak saling menghormati setiap agama.

“Beragama itu adalah me­nempuh jalan kebaikan. Kalau orang melaksanakan ajaran agama dan membiarkan orang lain melaksanakan ajaran agamanya dengan baik, itu pasti menimbulkan kebaikan,” ujar Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu meminta setiap pihak tidak mengundang kontroversi yang mengganggu kedamaian. “(Seperti) Mengucapkan Natal itu enggak boleh.”

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan, nilai Natal ­membawa pesan damai dan berbagi kebahagiaan.

Momen Natal, imbuhnya, harus dimanfaatkan untuk saling menenangkan diri dan menyampingkan amarah.

 “Daripada kita sekadar marah sini, marah sana, kritik sana, kritik sini, kita mesti tanya hati kita paling dalam, apa sih yang sudah saya buat kepada lingkungan saya? Membuat kita semua damai sejahtera,” ujar Luhut saat menggelar open house di kediamannya, kemarin.

Bagi Luhut, Natal juga bermakna menjaga lingkungan. Artinya, mampu memberikan kebahagiaan bagi semua ­orang.

“Saya melihat bagaimana berbuat baik pada lingku­ngan kita, membagi kebahagiaan yang kita punya kepada ­orang lain sehingga kita bisa membuat kenyamanan hidup bagi lingkungan kita ­masing-masing,” ujar Luhut.

Politikus Partai Golkar itu juga berharap Natal menumbuhkan rasa tolong-menolong dan berbagi kepada sesama. Luhut merasakan ketenangan karena Natal selalu menunjukkan rasa kebinekaan.

“Pelaksanaan Natal ­sampai sekarang baik, teman-teman dari berbagai latar belakang juga hadir. Saya pikir itu ­menunjukkan kebinekaan kita,” ujar Luhut. (Pro/Cah/P-1)

BERITA TERKAIT