26 December 2019, 07:50 WIB

Investasi di 2019 Diprediksikan Lampaui Target


Hilda Julaika | Ekonomi

MI/RAMDI
 MI/RAMDI
Ketua BKPM,Bahlil Lahadalia

TARGET investasi yang dica­­nangkan tahun ini ­sebesar Rp792 triliun diprediksikan melampaui target.

Kepala Badan Koordinasi Pe­nanaman Modal (BKPM), Bah­lil Lahadalia, mengemukakan hal itu di sela-sela open house perayaan Natal bersama di kediaman Menko Bidang ­Kemaritiman dan Investasi Luhut ­Binsar ­Pandjaitan di Ja­karta, ­kemarin.

“Insya Allah, realisasi 2019 melampaui target dari Rp792 triliun. Akan tetapi, berapa tepatnya diumumkan awal Januari,” kata Bahlil.

Lebih lanjut Bahlil menje­­laskan, per Oktober 2019 realisasi investasi sudah men­capai Rp601 triliun. Ar­­tinya, untuk mencapai target investasi, BKPM tinggal menuntaskan realisasi sebesar Rp191 triliun.

BKPM mencatat realisasi investasi ­Januari-September 2019 mencapai Rp601,3 ­tri­liun. Jumlah itu sudah sekitar 76% dari target yang dibidik tahun ini. Perinciannya, investasi dari investor di dalam negeri tercatat Rp283,5 triliun atau tumbuh 17,3% dari capaian periode yang sama tahun lalu. Adapun in­vestasi asing mencapai Rp317,8 triliun atau tumbuh sebesar 8,2%.

Akan tetapi, Bahlil meng­akui BKPM masih memiliki utang investasi yang tertahan se­besar Rp579 triliun kare­na terganjal sejumlah hal, ter­­utama tumpang-tindih perizinan baik di kementerian maupun lembaga.

“Izinnya ada semua, tetapi belum bisa dieksekusi karena ada persoalan. Salah satunya lahan dan tumpang-tindih izin di pusat, provinsi, dan kabupaten/kota,” ujar Bahlil.

Di awal periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Bahlil menyatakan Indonesia memiliki ­investasi tertahan sebesar Rp708 triliun dan hingga kini baru terealisasi sebesar Rp129 triliun.

Sumber: BKM/Tim Riset MI

 

“Kami sudah mampu meng­­eksekusi kurang lebih Rp129 triliun, di antaranya untuk proyek petrochemical US$4,2 miliar, power plant di Jawa Barat Rp37 triliun, Hyundai, dan beberapa ­lainnya,” ungkap Bahlil.

Sebelumnya, Wakil ­Ketua Umum Kadin Bidang Hubung an Internasional Shinta Wi­­djaja Kamdani menyebutkan para pengusaha dan investor menantikan implementasi Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja karena terkait dengan ketenagakerjaan, kemudah­an izin berusaha, dan pengadaan lahan.

“Ini akan dapat memperbaiki iklim usaha dan investasi di Indonesia. Pelaku usaha menilai omnibus law ialah solusi yang sangat diharapkan. Jadi, kalau ini berjalan, sungguh luar biasa. Kalau da­­ri paket kebijakan yang ada sebelumnya, kelihatan da­ri eksekusi dan implementasinya sangat sulit,” tandas Shinta. (Hld/Ant/X-3)

BERITA TERKAIT